Sabtu, 03 Oktober 2009

Jambore Petualang Indonesia




ngumpulin dari beberapa album foto FB temen-temen, maklum nggak punya kamera, jadi kerjanya ikut nampamg aja...

Mohon ijin untuk upload foto-fotonya yaa..

Jumat, 02 Oktober 2009

Langkah yang terbenam LUMPUR

29 Mei 2006- 29Mei 2009 :: Lumpur Lapindo ::
31 Mei :: Ultah Kota Surabaya ::

Surabaya-Porong, 30 Mei 2009


 
Musibah!! Kita tak akan pernah tau kapan datangnya. Dan tak ada seorangpun yang mengharapkan datangnya musibah tersebut, besar atau kecil, disengaja atau tidak. Seperti halnya luapan lumpur panas di Porong yang pertama kali keluar pada tanggal 29 mei 2006. Dan tiga tahun sejak luapan itu lumpur itu telah menenggelamkan sedikitnya 3 desa, Renokenongo, Siring, dan Besuki. Ribuan saudara kita menjadi korban dari sebuah musibah yang sampai saat ini masih dipertentangkan, apakah musibah tersebut merupakan fenomena alam atau karena kesalahan manusia, dalam hal ini PT Lapindo sebagai pihak penambang yang dimintai pertanggungjawab.

Porong terletak 14 km diselatan kota Sidoarjo, berbatasan langsung dengan Kabutapen Pasuruan dan Selat Madura, sehingga porong merupakan jalur darat utama untuk menuju kewilayah Indonesia Timur. Dampak dari luapan lumpur panas yang telah menenggelamkan akses jalan Tol Gempol sangat memukul roda perkonomian tertutama disekitar Jawa Timur. Bnayak Pabrik yang terpaksa tutup karena biaya operasional yang terus membengkak, imbasnya ribuan karyawan di PHK.

30 Mei 2009 kemarin, aku yang memang suka jalan-jalan (jalan kaki). Ingin melihat luapan lumpur itu dari dekat. Meskipun sudah 3 tahun musibah itu terjadi belum sekalipun aku melihat dari dekat pusat semburan itu. Selama ini hanya melewati jalan raya porong disebelahnya yang selalu macet. Dengan beberapa sekenario yang telah direncakan akhirnya saya berniat untuk jalan kaki dari ketintang (kos) menuju ke pusat semburan sejauh kurang lebih 25 km. sekenarionya adalah, Perjalanan dari Ketintang (Surabaya) ke Sidoarjo aku berjalan sendiri, sedang dari Sidoarjo akan ditemani Nurul. Dan nanti pulangnya akan dijemput oleh teman-teman dari JPComm.

Pagi itu dimulai pukul 5:30 pagi, aku mulai melewati jalanan Surabaya yang masih lengang, karena hari minggu jalan A.Yani yang biasanya padat merayap hari ini sepi. Terus keselatan berjalan disisi barat jalur utama menuju kota Surabaya tersebut. Tidak ada yang aneh, awal tahun 2008 kemarin aku pernah menempuh jalan kaki dari Bungurasih menuju kosku, 5 km selama 2 jam. Sampai dibundaran Waru aku memilih untuk pindah ke sisi timur dengan melewati jembatan penyebrangan. Dan terus keselatan di bawah jalan layang Bungur kembali aku pindah ke sisi kanan jalan. Berjalan melawan arus kendaran akan merasa lebih aman, karena kita bisa melihat semua kendaran yang lewat. Berbeda dengan berjalan disisi yang searah, karena kendaraan dari belakang kita jadi lebih waswas..

Sekitar pukul 10. 4 jam setelah berjalan kaki sampailah di depan SMU 1 Sidoarjo. Disini aku menunggu Nurul yang memang berencana mengikuti trip gilaku yang ke 3 ini. Setengah jam menunggu ternyata cukup membuat otot kakiku kaget.. akhirnya harus berjalan dengan sedikit nyeri di kaki. Melewati sisi kiri jalanan sidoarjo, memasuki pasar yang sebenarnya adalah Trotoar untuk pedestrian yang malah berubah menjadi padat dengan lapak-lapak pedagang kaki lima, potret sudut negara berkembang, dimana fasilitas umum selalu tersisihkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sebagian rakyatnya

Selepas keluar dari kota Sidoarjo, suhu panas jalanan ini semakin terasa belum lagi mulai jarangnya pepohonan yang melindungiku dari sengatan matahari. Yah seperti berjalan digurun ditambah dengan sauna polusi dari kendaraan bermotor yang mulai memacetkan jalanan. Memang tidak ada yg tau kalo aku dan Nurul niat jalan kaki ke Porong. Seperti kisah ini ditulis oleh Nurul di facebook-nya dengan judul : Kencan Tak Romantis Surabaya–Porong,  karena memang tak ada romantisnya. Sampai disekitar daerah Candi, aku yang sudah lebih dari 5 jam berjalan dan hanya beristirahat lama sekali sudah mulai kurang staminanya, belum lagi kaki kanan yang mulai nyeri… dan jalanan panas yang semakin terang tanpa peneduh.

 

Menjelang pukul 1 siang,

gundukan tanah hijau itu sudah mulai kelihatan,

angkuh membatasi langkah manusia,

menimbun ribuan mimpi dari ribuan jiwa..

tanggul lumpur panas…

 

Setelah 7 jam perjalanan yang tak akan pernah dibiliang “logis” ini. Setelah ribuan langkah dari jarak 25 km. Entah apa yang aku cari, tapi aku menikmatinya.. menikmati setiap langkah yang aku pijakan, menikmati setiap keramaian kaum-kaum marjinal yang menjajakan hidupnya dijalanan demi sesuap nasi. Aku menikmati kehidupan ini dari jalanku. Mecoba melihat kehidupan ini dari sudut yang bebeda menjadi bagian dari yang tersisihkan.

Tanggul kolam besar Lumpur Panas Lapindo yang sudah 3 tahun berdiri tanpa solusi yang pasti. Akhirnya aku berdiri diatasnya. Sebuah tempat yang berlabel wisata LAPINDOMIRE, tanpa kata… disana memang terjadi musibah. Musibah yang akan semakin mendekatkan kita pada kebesaran Tuhan, atau malah ingkar karena tuhan tak pernah lagi menyayangi kita.

Dan aku menjalani perjalanan ini bukan untuk menikmati musibah saudaraku, hanya ingin ikut merasakan keprihatinan itu… kepedihan itu. Satu sahabatku dari JPComm, Zainul Mutaqin. Dia adalah satu anak pengungsi yang menjadi korban dari luapan itu. Dari beberapa chating-ku dengan nya, dia lebih senang berada dipengungsian dari pada di rumah kontrakan barunya. Disana dia bisa bermain bersama teman-temanya. Teman yang dulu tinggal disekitar porong yang kini terbenam lumpur.

Akhirnya perjalanan ini diakhiri dengan datangnya teman-teman JP Comm yang menjemputku. Ada Daoi Fani, Ieaz, Dadank, Wahyu dan Hero yang mengantarku kembali keasalku…

 

Thanks to all..

Semoga Musibah ini kini bukan menjadi komoditas politik demi sebuah jabatan Ketua Umum Partai…


foto lengkap di: http://kohan2282.multiply.com/photos/album/102


-[han]-

Langkah yang terbenam LUMPUR




29 Mei 2006- 29Mei 2009 :: Lumpur Lapindo ::
31 Mei :: Ultah Kota Surabaya ::

Surabaya-Porong, 30 Mei 2009

Musibah!! Kita tak akan pernah tau kapan datangnya. Dan tak ada seorangpun yang mengharapkan datangnya musibah tersebut, besar atau kecil, disengaja atau tidak. Seperti halnya luapan lumpur panas di Porong yang pertama kali keluar pada tanggal 29 mei 2006. Dan tiga tahun sejak luapan itu lumpur itu telah menenggelamkan sedikitnya 3 desa, Renokenongo, Siring, dan Besuki. Ribuan saudara kita menjadi korban dari sebuah musibah yang sampai saat ini masih dipertentangkan, apakah musibah tersebut merupakan fenomena alam atau karena kesalahan manusia, dalam hal ini PT Lapindo sebagai pihak penambang yang dimintai pertanggungjawab. ...
...
Dan aku menjalani perjalanan ini bukan untuk menikmati musibah saudaraku, hanya ingin ikut merasakan keprihatinan itu… kepedihan itu. Satu sahabatku dari JPComm, Zainul Mutaqin. Dia adalah satu anak pengungsi yang menjadi korban dari luapan itu. Dari beberapa chating-ku dengan nya, dia lebih senang berada dipengungsian dari pada di rumah kontrakan barunya. Disana dia bisa bermain bersama teman-temanya. Teman yang dulu tinggal disekitar porong yang kini terbenam lumpur.
....

capter lengkap di : http://kohan2282.multiply.com/journal/item/73/Langkah_yang_terbenam_LUMPUR

semua foto diambil oleh : Nurul Aneh

-han-



Rabu, 16 September 2009

Pres Confrence JAMBORE PETUALANG INDONESIA




Departemen Kehutanan RI
4 Agustus 2009

4 hari menjelang digelarnya event nasional Jambore Petulang Indonesia, di gedung Departemen Kehutanan RI digelar Preskon yang dihadiri Oleh ibu Dirjen, duta One Man One Tree (OMOT), Direktur WWF, beberapa panitia JPI dan juga diliput oleh sekitar 30 media, baik tivi, radio maupun majalah cetak.

Depkehut RI dengan OMOT nya sebagai dalah satu pendukung acara JPI, karena salah satu kegiatan yang dilakukan diacara Jambore itu adalah penghijauan dengan akan menanam 1000 pohon eucalyptus disekitar Bumi Perkemahan Ranca Upas, tempat digelarnya JPI.

Photo by mba Puji


Senin, 14 September 2009

Bukber Petualang Jawa Timur




Alhamdulillah...

Acara Buka bersama Petualang Jatim yang digagas oleh komunias Jejak Petualang Surabaya telah digelar pada hari sabtu, 12 September 2009 kemarin di Rumah Bacanya mas Dadank. Dengan suasana kebersamaan yang cukup hangat, meskipun dari sekitar 46 peserta yang hadir yang masuk kategori 4L ( Lo lagi Lo Lagi) cuma 10 peserta lama. jadi yang 30an lainya adalah wajah-wajah baru yang belum pernah berkumpul dengan kami... cukup rame meskipun jadwal yang seharusnya dimulai pukul 4 sore, teryata baru bisa dimulai beberapa menit menjelang buka, dan berlanjut sampe sekitar jam 8 malam.

Beberapa peserta langsung datang dari luar kota seperti Malang kang Tovic dan Om silo, dari pasuruan mas Nafis dkk dan Sidoarjo (luar kota kan?) mba Nurul, temenya Nurul juga dan juga dari beberapa ex peserta Nuasan Ular Malang, ex peserta JPI yang datang dari kampus Unesa dan ITS (yang 4 mba-mbanya dateng terlambat..xixi gak dapet nasi), dari Komunitas Online Milis Pendaki ada mbas Saffa dan Suami, Mamih Ayu...sepasukan merah dari CARTENZ surabaya (terima kasih untuk tambahan Doorprice nya..) yang dipimpin oleh pak Iping dan juga pak Direktur operasionalnya...serta wajah-wajah lama dan baru member Jejak Pertualang Comm..dan tidak ketinggalan tamu Istimewa yang datang langsung dari Jakarta. Mas Aji Rahmat... dengan sedikit cerita dan beberapa Doorprice dari JP Comm...

Acara dimulai dengan perkenalan singkat, dilanjutkan dengan buka besama, kami cuma menyiapkan 40 nasi kotak...dan Alhamdulillah sampe acara makan selesai tidak ada penambahan peserta, jadi nasinya pass..pas.. baru sekitar jam 7 ada 6 tambahan peserta dari ITS... yah mereka hanya mendapatkan snack . Kemarin juga diputar Premier video JPI segmen 1, dari persiapan sampe upacara..dan pemutaran video JPI versi tayang di Jejak petualang tivi...

Acara ramah tamah tidak berlangsung lama, karena mepet dengan acara traweh, dan ada beberapa peserta yang mulai pamitan. hanya da sekitar 7 personel yang melanjutkan nongkrong ngopi di sekitar jembatan MER bersama mas Aji, dilanjutkan dengan hunting foto malem diseputar surabaya...

Demikan, sebelumnya mohon maaf kepada seluruh peserta bukber yang hadir, kalo jamuan yang kami berikan tidak seperti yang diharapkan...dan Terima Kasih atas waktunya untuk menyempatkan hadir di acara Buka Bersama Petualang jawa timur. Semoga dilain waktu bisa bergabung kembali diacara yang kita gelar bersama....

salam kenal dan salam petualang!

terima kasih untuk:
::Mas Aji Rahmat, yang sudah jauh jauh dateng dari jakarta, sampe SBY nggak diajak tidur malah keliling sampe 2 hari full. bahkan sampe nyeberang ke suramadu..
::Kang dandang, untuk rumcanya yang selalu kami acak-acak.
::Om Mbenk, untuk kerja kerasnya membuat video JPI, selalu dinanti peserta dan panitia nih...
::Tante Nha, Teh Owien, Mba Puji.. untuk titipannya dan SMSnya
::Semua peserta bukber yang hadir

berikut ada sedikit foto-fotonya kemarin, untuk lebih lengkapnya nanti bisa diliat di FBku danMPku....

-[ han ]-

Minggu, 23 Agustus 2009

Jambore Petualang Indonesia



Salam Petualang Indonesia
delapan sembilan Agustus ....

.... persaudaraan 1100 Petualang Indonesia (peserta, panitia, narasumber, tim pendukung dan tamu undangan) kembali rekat saat beraktifitas sambil menikmati dinginnya Ranca Upas di ajang Jambore Petualang Indonesia...


Alhamdulillah acara berlangsung lancar tanpa halangan berarti...
para peserta menikmati kegiatan pilihannya, 1000 pohon telah ditanam, keakraban sangat terasa dalam beragam canda dan tawa dan permainan serta ratusan hadiah dari sponsor pun telah diperebutkan....

Semangat dan antusiasme semua partisipan sangat LUAR BIASA..
tanpa kehadiran teman teman dan keterlibatan total para peserta di acara yang kami gelar, JPI ini bukan berarti apa apa.... diskusi, tanya jawab, kesediaan membawa peralatan, dialog yang tak kunjung habis hingga saling tukar pengalaman diantara partisipan menjadi penyemangat kami sebagai panitia....


Para narasumber, intepreter dan bahkan para tamu undangan pun terlibat aktif mensukseskan acara ini....

Bakosurtanal yang juga memberi kejutan dengan mengirim tim terbangnya memantau JPI, SIOUX yang membawa "anak anak ularnya", penulis pengelana yang mengajak menulis indahnya alam, mas Roy Genggam dengan Keluarga Cemara yang berbagi tips fotografi di alam, serta Eiger Adventure ServiceTeam yang membangun kawasan survival sebagai tempat berlatih bertahan hidup di alam.  Begitu juga teman teman Tree Climbers Organizations yang menggelar pengetahuan tanaman obat dan tim dari RIMPALA yang menemani peserta untuk intepretasi hutan, tim JP community dengan ramah mengajak para keluarga bermain main dilokasi serta tim B2W dan Polygon yang menelusuri jalur bersepeda ke situ patengang....

semua lengkap hadir dan bersemangat...
Kesempatan untuk berinteraksi tidak dilewatkan begitu saja oleh para peserta dengan narasumber yang profesional ini...

para tamu yang hadir...
Kang Heri Macan Ketua Yayasan Survival Indonesia, Kang Bongkeng - wanadri yang juga sesepuh EAST, Mas Dody Djohandjaya sang creator Jejak Petualang, host legendaris kita Riyanni Djangkaru, host JP Syifa Kumala serta host petualang liar Ulung Putri serta crew Jejak Petualang Trans7 meliput acara...
Terima kasih dan penghormatan yang tulus kami sampaikan kepada para tamu yang hadir... karena hanya itu yang bisa kami berikan...

Gak ketinggalan rombongan keluarga Indonesia Bertindak, teman teman dari WWF,Walhi, Greeners Magazine,Jakarta Green Monster, Green Map serta Greenpeace yang berbagi isu konservasi serta cinta Indonesia nya ke peserta. Kolaborasi Petualang dan kalangan konservatoris harus terus menerus di failitasi ke depan....

Kehadiran dan totalitas semua pihak terlihat akrab di ranca upas...
Kolaborasi kerja, loyalitas dan dedikasi tim panitia sangatlah solid dan tak kenal lelah... Dukungan para narasumber serta tim support sangatlah  besar untuk berbagi pengetahuan dengan peserta....


Salam Khusus Kepada para panitia inti JPI.....

Salute buat semua lini panitia...
Teman teman telah bekerja dengan sangat baik....
Meski sibuk bekerja profesional di kantor masing masing,teman teman bisa mengatur irama kerja yang selaras dengan pelaksanaan jambore..

Meski tim panitia ini berasal dari beragam komunitas, satuan dan latar belakang, tapi terlihat tak ada sekat struktur yang tampak.
Semua mengerjakan yang harus dikerjakan dan yang perlu dikerjakan.
Semua mengambil andil untuk berperan maksimal.
Semua menjadi satu demi menyelesaikan yang sudah kita mulai bersama.....

Menjadi panitia adalah proses pembelajaran....
Komunikasi, koordinasi, benturan, beda pendapat bahkan rasa sakit hati, dihargai dan tidak dihargai adalah tahapan yang wajib dilalui...
Terima kasih untuk tetap komit pada tujuan kita....
tetap loyal pada pimpinan dan pada pekerjaan masing masing...

Teman teman panitia...
3 bulan lebih kita berkolaborasi menggelar event ini...
3 bulan lebih kita saling menutup kekurangan dan membangun sistem..
dan terbukti, formasi Panitia JPI ini sangatlah hebat ..
tim eksekutor yang paling solid yang pernah ku ajak kerjasama..

Atas nama diri pribadi selaku ketua panitia, Aji mengucapkan beribu permohonan maaf karena selama persiapan pastilah banyak melakukan kekhilafan, salah kata, salah sikap dan salah perlakuan yang kurang berkenan di hati teman teman...
 
Terima kasih..
semoga pengalaman ini berguna bagi kita semua dan memberikan bekal berharga untuk menghadapi dunia profesional.. amin.

Kepada para narasumber, intepreter, tamu undangan, Eiger Adventure dan semua sponsor, tim pers dan media, moderator beragam milist, pimpinan LSM dan semua pihak yang tak bisa kami sebutkan satu persatu... Terima Kasih..

Dedikasi dan dukungan semua pihak untuk Jambore kali ini menyuntikkan semangat kerja panitia dan mampu menghadirkan serta memuaskan para peserta. kolaborasi ini mungkin yang pertama kita lkukan, tapi berharap bukan jadi yang terakhir...

Maaf jika ada banyak khilaf..
saran dan masukan selalu kami tunggu dengan hati terbuka... Smile


Kepada para peserta, para Petualang Indonesia....
Salam Hangat... salam Jambore....

Terima kasih telah memenuhi undangan kami....
Maaf jika kurang dapat memberikan pelayanan yang baik selama JPI, karena kesibukan panitia dalam menyelenggarakan kegiatan jadi kurang dapat meluangkan waktu untuk bercanda tawa di perkemahan kemarin..

Terima Kasih teman...
terima kasih karena telah menjadikan JPI ini pilihan kegiatan teman teman akhir minggu kemarin. Terima kasih telah berbagi dana, menyumbangkan tenaga, menyisihkan waktu dan kreatifitas untuk berkumpul bersama di jambore..

Terima kasih telah menjadi saudara baru kami..
keluarga besar jejak petualang community... kami tak kan lupa... Wink


Alhamdulilllah....
misi umum JPI tercapai...
JPI telah mendatangkan jpers (jejak petualang ers) se Indonesia...
JPI mempertemukan tokoh petualang senior dan petualang muda...
dan JPI telah membangun komitmen untuk berjiwa petualang yang bersemangat konservasi sembari mencintai Indonesia.....


JPI memang sudah berakhir....
tapi perjuangan belum selesai....
belum genap upaya kita untuk menjaga silaturahmi...
belum pupus upaya kita untuk bersemangat dalam berpetualang...

Semoga ini menjadi tolak awal hubungan yang lebih harmonis antar komunitas, kelompok pegiat alam, jajaran lembaga swadaya serta kalangan konservatoris ke depan....

Jika ada kebaikan dalam jambore kemarin, itu hanya karena turunnya Ridho dan Rahmat Allah SWT yang memberikan kemudahan, kelancaran, kelebihan dan kenikmatan yang Wajib kita syukuri... ..

Jika ada kekhilafan, itu adalah kekurangan panitia yang wajib untuk diberi pendapat, ide, saran, kritik dan masukan yang bisa di kirim ke email : jamborepetualang@gmail.com This e-mail address is being protected from spambots, you need JavaScript enabled to view it . kami tunggu dan berharap ini menjadi mesukan agar kegiatan ke depan lebih baik...


Saudaraku....
Sampai kita jumpa lagi di lereng gunung yang anggun....
Sampai kita jumpa di hutan yang perkasa..
sampai jumpa di dasar gua yang indah dan megah..
sampai jumpa lagi di tepi pantai dandasar  lautan yang luas
dan sampai jumpa lagi di jambore petualang yang akan datang...

Demi persaudaraan kita dan demi kejayaan Indonesia...
Amin....



Rasa terima kasih tersampaikan dengan haru dari lubuk hati yang paling dalam....

Ketua Panitia

Aji Rachmat
www.ajirachmat.multiply.com

Sabtu, 15 Agustus 2009

Mencari jejak kota Bandung




Bandung 10-11 Agustus 2009
Sehari setelah lelah dan senang di Jambore Petualang Indonesia yang digelar di Ranca Upas, aku dan Ieaz menyempatkan waktu untuk menikmati jalan-jalan diseputar kota Bandung yang sebelumnya sudah direncanakan sebelum berangkat ke JPI.
hanya berbekal sedikit informasi kota bandung dan sebuah peta saku yang dibawakan oleh bapaknya Ieaz, karena saking takutnya anaknya yang manis ini nyasar dikota Bandung. akhirnya sampai juga di beberapa ikon kota bandung yang pantas untuk dikunjungi
: Gedung Sate, melihat paskibraka yang sedang latihan upacara
: Sop buah dibelakang Gedung Sate
: Taman Lanjut Usia, cukup rindang untuk bermain disana
: Museum Geologi, mecari jejak kota Bandung dengan berbagai temuan Akeolog (capter menyusul)
: Pasar Baru, belanja oleh-oleh dan jajanan
: Jl Asia Afrika, menyusuri jalanan bersejarah, cuma museumnya ngga ditemukan :D
: Masjid Raya Bandung, isoma dan menikmati keramahan udara bandung

tidak terlalu banyak yang mampu diexplore, karena cuma 2 hari dan mengunakan kendaraan umum. berikut foto-fotonya. selamat menikmati....


-han-