Sabtu, 03 Oktober 2009

Ketemu RD lagi.. :)




Salah satu yang menjadi magnet dari acara JPI ini adalah kehadiran Riyanni Djangkaru, Syifa Kumala, dan om Doddy Johanjaya selama JPI. dan RD hanya sempat datang dan berbagi kisahnya di JPI Night "Dugem (duduk gemetar) with star"


Sempet pangling saat pertama ketemu RD di ruang VIP, karena saking cantik dan anggunya dia malam itu (hush!! istri orang tuh... hehe). malah dia yang menyapa duluan "Hans Handoko"... cihuy.. dan kemudian dikenalkan dengan Suami serta Bapaknya RD yang kebetulan malem itu diajak ke Ranca Upas, sedangkan si kecil Biam, ditinggal dipenginapan karena masih tidur.

Tidak bisa lama bercengkrama dengan RD, karena beliau harus ke Bali esok hari untuk melanjutkan kerjaanya. hanya sedikit mendengarkan kisahnya selama beberapa bulan "Come Back di Jejak Petualang", thanks ya teh...

kalo Syifa, hm.. siapa sih JPers yang gak kenal neng geulis dari bandung ini, dia sangat care dengan JPers, hampir setiap kegiatan yang diselenggarakan komunitas, dia selalu turun serta menjadi bagian dari panitia, dan di JPI ini syifa juga jadi salah satu dari panitia... udah cantik, baik hati lagi.... love you ya cii...

Sempet dengar Ulung Putri datang juga, sayang siang itu aku masih sibuk dengan beberapa kerjaan, alhasil nggak ketemu dengan Ulung.. hanya melihat foto2-nya.. padahal pengin bangetttt...

nah kalo Medina Kamil... entah, dia jarang kumpul dengan JPers... cuma sempat ketemu di Talk Show dimalang. dan liat dia pas di ulah JP april kemarin,....

next.. masih belum ketemeu ka Mentari KP, Nuray Rifat....

:)


Jambore Petualang Indonesia




ngumpulin dari beberapa album foto FB temen-temen, maklum nggak punya kamera, jadi kerjanya ikut nampamg aja...

Mohon ijin untuk upload foto-fotonya yaa..

Jumat, 02 Oktober 2009

Langkah yang terbenam LUMPUR

29 Mei 2006- 29Mei 2009 :: Lumpur Lapindo ::
31 Mei :: Ultah Kota Surabaya ::

Surabaya-Porong, 30 Mei 2009


 
Musibah!! Kita tak akan pernah tau kapan datangnya. Dan tak ada seorangpun yang mengharapkan datangnya musibah tersebut, besar atau kecil, disengaja atau tidak. Seperti halnya luapan lumpur panas di Porong yang pertama kali keluar pada tanggal 29 mei 2006. Dan tiga tahun sejak luapan itu lumpur itu telah menenggelamkan sedikitnya 3 desa, Renokenongo, Siring, dan Besuki. Ribuan saudara kita menjadi korban dari sebuah musibah yang sampai saat ini masih dipertentangkan, apakah musibah tersebut merupakan fenomena alam atau karena kesalahan manusia, dalam hal ini PT Lapindo sebagai pihak penambang yang dimintai pertanggungjawab.

Porong terletak 14 km diselatan kota Sidoarjo, berbatasan langsung dengan Kabutapen Pasuruan dan Selat Madura, sehingga porong merupakan jalur darat utama untuk menuju kewilayah Indonesia Timur. Dampak dari luapan lumpur panas yang telah menenggelamkan akses jalan Tol Gempol sangat memukul roda perkonomian tertutama disekitar Jawa Timur. Bnayak Pabrik yang terpaksa tutup karena biaya operasional yang terus membengkak, imbasnya ribuan karyawan di PHK.

30 Mei 2009 kemarin, aku yang memang suka jalan-jalan (jalan kaki). Ingin melihat luapan lumpur itu dari dekat. Meskipun sudah 3 tahun musibah itu terjadi belum sekalipun aku melihat dari dekat pusat semburan itu. Selama ini hanya melewati jalan raya porong disebelahnya yang selalu macet. Dengan beberapa sekenario yang telah direncakan akhirnya saya berniat untuk jalan kaki dari ketintang (kos) menuju ke pusat semburan sejauh kurang lebih 25 km. sekenarionya adalah, Perjalanan dari Ketintang (Surabaya) ke Sidoarjo aku berjalan sendiri, sedang dari Sidoarjo akan ditemani Nurul. Dan nanti pulangnya akan dijemput oleh teman-teman dari JPComm.

Pagi itu dimulai pukul 5:30 pagi, aku mulai melewati jalanan Surabaya yang masih lengang, karena hari minggu jalan A.Yani yang biasanya padat merayap hari ini sepi. Terus keselatan berjalan disisi barat jalur utama menuju kota Surabaya tersebut. Tidak ada yang aneh, awal tahun 2008 kemarin aku pernah menempuh jalan kaki dari Bungurasih menuju kosku, 5 km selama 2 jam. Sampai dibundaran Waru aku memilih untuk pindah ke sisi timur dengan melewati jembatan penyebrangan. Dan terus keselatan di bawah jalan layang Bungur kembali aku pindah ke sisi kanan jalan. Berjalan melawan arus kendaran akan merasa lebih aman, karena kita bisa melihat semua kendaran yang lewat. Berbeda dengan berjalan disisi yang searah, karena kendaraan dari belakang kita jadi lebih waswas..

Sekitar pukul 10. 4 jam setelah berjalan kaki sampailah di depan SMU 1 Sidoarjo. Disini aku menunggu Nurul yang memang berencana mengikuti trip gilaku yang ke 3 ini. Setengah jam menunggu ternyata cukup membuat otot kakiku kaget.. akhirnya harus berjalan dengan sedikit nyeri di kaki. Melewati sisi kiri jalanan sidoarjo, memasuki pasar yang sebenarnya adalah Trotoar untuk pedestrian yang malah berubah menjadi padat dengan lapak-lapak pedagang kaki lima, potret sudut negara berkembang, dimana fasilitas umum selalu tersisihkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sebagian rakyatnya

Selepas keluar dari kota Sidoarjo, suhu panas jalanan ini semakin terasa belum lagi mulai jarangnya pepohonan yang melindungiku dari sengatan matahari. Yah seperti berjalan digurun ditambah dengan sauna polusi dari kendaraan bermotor yang mulai memacetkan jalanan. Memang tidak ada yg tau kalo aku dan Nurul niat jalan kaki ke Porong. Seperti kisah ini ditulis oleh Nurul di facebook-nya dengan judul : Kencan Tak Romantis Surabaya–Porong,  karena memang tak ada romantisnya. Sampai disekitar daerah Candi, aku yang sudah lebih dari 5 jam berjalan dan hanya beristirahat lama sekali sudah mulai kurang staminanya, belum lagi kaki kanan yang mulai nyeri… dan jalanan panas yang semakin terang tanpa peneduh.

 

Menjelang pukul 1 siang,

gundukan tanah hijau itu sudah mulai kelihatan,

angkuh membatasi langkah manusia,

menimbun ribuan mimpi dari ribuan jiwa..

tanggul lumpur panas…

 

Setelah 7 jam perjalanan yang tak akan pernah dibiliang “logis” ini. Setelah ribuan langkah dari jarak 25 km. Entah apa yang aku cari, tapi aku menikmatinya.. menikmati setiap langkah yang aku pijakan, menikmati setiap keramaian kaum-kaum marjinal yang menjajakan hidupnya dijalanan demi sesuap nasi. Aku menikmati kehidupan ini dari jalanku. Mecoba melihat kehidupan ini dari sudut yang bebeda menjadi bagian dari yang tersisihkan.

Tanggul kolam besar Lumpur Panas Lapindo yang sudah 3 tahun berdiri tanpa solusi yang pasti. Akhirnya aku berdiri diatasnya. Sebuah tempat yang berlabel wisata LAPINDOMIRE, tanpa kata… disana memang terjadi musibah. Musibah yang akan semakin mendekatkan kita pada kebesaran Tuhan, atau malah ingkar karena tuhan tak pernah lagi menyayangi kita.

Dan aku menjalani perjalanan ini bukan untuk menikmati musibah saudaraku, hanya ingin ikut merasakan keprihatinan itu… kepedihan itu. Satu sahabatku dari JPComm, Zainul Mutaqin. Dia adalah satu anak pengungsi yang menjadi korban dari luapan itu. Dari beberapa chating-ku dengan nya, dia lebih senang berada dipengungsian dari pada di rumah kontrakan barunya. Disana dia bisa bermain bersama teman-temanya. Teman yang dulu tinggal disekitar porong yang kini terbenam lumpur.

Akhirnya perjalanan ini diakhiri dengan datangnya teman-teman JP Comm yang menjemputku. Ada Daoi Fani, Ieaz, Dadank, Wahyu dan Hero yang mengantarku kembali keasalku…

 

Thanks to all..

Semoga Musibah ini kini bukan menjadi komoditas politik demi sebuah jabatan Ketua Umum Partai…


foto lengkap di: http://kohan2282.multiply.com/photos/album/102


-[han]-

Langkah yang terbenam LUMPUR




29 Mei 2006- 29Mei 2009 :: Lumpur Lapindo ::
31 Mei :: Ultah Kota Surabaya ::

Surabaya-Porong, 30 Mei 2009

Musibah!! Kita tak akan pernah tau kapan datangnya. Dan tak ada seorangpun yang mengharapkan datangnya musibah tersebut, besar atau kecil, disengaja atau tidak. Seperti halnya luapan lumpur panas di Porong yang pertama kali keluar pada tanggal 29 mei 2006. Dan tiga tahun sejak luapan itu lumpur itu telah menenggelamkan sedikitnya 3 desa, Renokenongo, Siring, dan Besuki. Ribuan saudara kita menjadi korban dari sebuah musibah yang sampai saat ini masih dipertentangkan, apakah musibah tersebut merupakan fenomena alam atau karena kesalahan manusia, dalam hal ini PT Lapindo sebagai pihak penambang yang dimintai pertanggungjawab. ...
...
Dan aku menjalani perjalanan ini bukan untuk menikmati musibah saudaraku, hanya ingin ikut merasakan keprihatinan itu… kepedihan itu. Satu sahabatku dari JPComm, Zainul Mutaqin. Dia adalah satu anak pengungsi yang menjadi korban dari luapan itu. Dari beberapa chating-ku dengan nya, dia lebih senang berada dipengungsian dari pada di rumah kontrakan barunya. Disana dia bisa bermain bersama teman-temanya. Teman yang dulu tinggal disekitar porong yang kini terbenam lumpur.
....

capter lengkap di : http://kohan2282.multiply.com/journal/item/73/Langkah_yang_terbenam_LUMPUR

semua foto diambil oleh : Nurul Aneh

-han-



Rabu, 16 September 2009

Pres Confrence JAMBORE PETUALANG INDONESIA




Departemen Kehutanan RI
4 Agustus 2009

4 hari menjelang digelarnya event nasional Jambore Petulang Indonesia, di gedung Departemen Kehutanan RI digelar Preskon yang dihadiri Oleh ibu Dirjen, duta One Man One Tree (OMOT), Direktur WWF, beberapa panitia JPI dan juga diliput oleh sekitar 30 media, baik tivi, radio maupun majalah cetak.

Depkehut RI dengan OMOT nya sebagai dalah satu pendukung acara JPI, karena salah satu kegiatan yang dilakukan diacara Jambore itu adalah penghijauan dengan akan menanam 1000 pohon eucalyptus disekitar Bumi Perkemahan Ranca Upas, tempat digelarnya JPI.

Photo by mba Puji


Senin, 14 September 2009

Bukber Petualang Jawa Timur




Alhamdulillah...

Acara Buka bersama Petualang Jatim yang digagas oleh komunias Jejak Petualang Surabaya telah digelar pada hari sabtu, 12 September 2009 kemarin di Rumah Bacanya mas Dadank. Dengan suasana kebersamaan yang cukup hangat, meskipun dari sekitar 46 peserta yang hadir yang masuk kategori 4L ( Lo lagi Lo Lagi) cuma 10 peserta lama. jadi yang 30an lainya adalah wajah-wajah baru yang belum pernah berkumpul dengan kami... cukup rame meskipun jadwal yang seharusnya dimulai pukul 4 sore, teryata baru bisa dimulai beberapa menit menjelang buka, dan berlanjut sampe sekitar jam 8 malam.

Beberapa peserta langsung datang dari luar kota seperti Malang kang Tovic dan Om silo, dari pasuruan mas Nafis dkk dan Sidoarjo (luar kota kan?) mba Nurul, temenya Nurul juga dan juga dari beberapa ex peserta Nuasan Ular Malang, ex peserta JPI yang datang dari kampus Unesa dan ITS (yang 4 mba-mbanya dateng terlambat..xixi gak dapet nasi), dari Komunitas Online Milis Pendaki ada mbas Saffa dan Suami, Mamih Ayu...sepasukan merah dari CARTENZ surabaya (terima kasih untuk tambahan Doorprice nya..) yang dipimpin oleh pak Iping dan juga pak Direktur operasionalnya...serta wajah-wajah lama dan baru member Jejak Pertualang Comm..dan tidak ketinggalan tamu Istimewa yang datang langsung dari Jakarta. Mas Aji Rahmat... dengan sedikit cerita dan beberapa Doorprice dari JP Comm...

Acara dimulai dengan perkenalan singkat, dilanjutkan dengan buka besama, kami cuma menyiapkan 40 nasi kotak...dan Alhamdulillah sampe acara makan selesai tidak ada penambahan peserta, jadi nasinya pass..pas.. baru sekitar jam 7 ada 6 tambahan peserta dari ITS... yah mereka hanya mendapatkan snack . Kemarin juga diputar Premier video JPI segmen 1, dari persiapan sampe upacara..dan pemutaran video JPI versi tayang di Jejak petualang tivi...

Acara ramah tamah tidak berlangsung lama, karena mepet dengan acara traweh, dan ada beberapa peserta yang mulai pamitan. hanya da sekitar 7 personel yang melanjutkan nongkrong ngopi di sekitar jembatan MER bersama mas Aji, dilanjutkan dengan hunting foto malem diseputar surabaya...

Demikan, sebelumnya mohon maaf kepada seluruh peserta bukber yang hadir, kalo jamuan yang kami berikan tidak seperti yang diharapkan...dan Terima Kasih atas waktunya untuk menyempatkan hadir di acara Buka Bersama Petualang jawa timur. Semoga dilain waktu bisa bergabung kembali diacara yang kita gelar bersama....

salam kenal dan salam petualang!

terima kasih untuk:
::Mas Aji Rahmat, yang sudah jauh jauh dateng dari jakarta, sampe SBY nggak diajak tidur malah keliling sampe 2 hari full. bahkan sampe nyeberang ke suramadu..
::Kang dandang, untuk rumcanya yang selalu kami acak-acak.
::Om Mbenk, untuk kerja kerasnya membuat video JPI, selalu dinanti peserta dan panitia nih...
::Tante Nha, Teh Owien, Mba Puji.. untuk titipannya dan SMSnya
::Semua peserta bukber yang hadir

berikut ada sedikit foto-fotonya kemarin, untuk lebih lengkapnya nanti bisa diliat di FBku danMPku....

-[ han ]-