Di savana kecil itu aku temukan satu kehidupan, sebuah peradaban indah yang dibangun oleh alam...
Kamis, 22 Oktober 2009
Minggu, 18 Oktober 2009
Tips dan Trik "BERTUALANG DI PEDALAMAN KALIMANTAN"
from : Dody Johanjaya
to : jejakpetualang@yahoogroups.com
dateSun, Oct 18, 2009 at 10:54 PM
subject[JPers] Tips dan Trik : BERTUALANG DI PEDALAMAN KALIMANTAN

"Tidak disarankan berjalan-jalan di hutan menggunakan sandal gunung apalagi sandal jepit. Sandal tidak melindungi kaki dari batu, patahan kayu tajam, akar dan lain sebagainya. Disarankan berjalan di hutan memakai sepatu, lebih baik lagi sepatu yg khusus digunakan untuk berjalan di alam bebas, karena biasanya punya alas kaki anti licin. Kaki yang sehat adalah segalanya di hutan agar kita bisa berjalan, bila kaki kita terluka maka 50% kemampuan kita bertualang di hutan berkurang."
Sungai-sungai di Kalimantan terutama di bagian hulu mempunyai karakter, badan sungai yang sempit, berbatu-batu, berjeram dan berarus kuat. Sehingga sarana transportasi andalan masyarakat di pedalaman Kalimantan adalah long boat (perahu panjang), perahu tempel (ces) dan ketinting (perahu kecil dengan penggerak mesin dengan batang panjang di bagian belakang ditambang baling baling).
Perahu-perahu ini digunakan sesuai karakter sungai yang ada. Menggunakan perahu apapun yang wajib kita bawa dan kita pakai adalah pelampung. Yang bisa berenang atau yang tidak bisa berenang, wajib memakai peranti penyelamat ini agar apabila kita terhempas keluar perahu, badan masih bisa terapung. Karena di jeram yang kuat, arus air bisa menyedot badan manusia ke dalam, hal ini sangat berbahaya, bagi perenang handal sekalipun.
Oh yah sebelum menyewa perahu ketintin, pastikan harga sewa sudah disepakati terlebih dahulu, apakah harga sudah termasuk minyak (bensin atau solar), makan minum awak perahu dan sebagainya. Buatlah kesepakatan diatas kertas, agar jelas dan ada bukti bila terjadi perselisihan. Bayarlah sewa perahu bila kita sudah sampai tujuan, kita kasih uang hanya untuk beli minyak.
Karena hampir semua perahu besar maupun kecil di Kalimantan tidak beratap. Panas dan angin langsung mengenai tubuh, maka disarankan menggunakan rain coat atau jaket hujan, topi dan pelindung mata (sun glasses). Rain coat, selain melindungi diri dari panas dan angin juga bisa menahan air hujan dan cipratan air sungai akibat jeram besar.
Awak ketinting biasanya dua orang, satu di belakang (motoris) adalah nahkoda yang mengemudikan ketinting, dialah pilot ketinting, orang nomor satu yang wajib dipatuhi segala perintahnya. Motoris adalah orang yg bertanggungjawab atas keselamatan ketinting dengan segala isinya. Kemudian orang kedua adalah juru batu yang duduk di bagian depan perahu. Juru batu adalah pembantu motoris orang kedua di perahu, dia kepanjangan tangan dan mata motoris, untuk mengarahkan perahu melewati jalur yg aman, menghindari batu yang menghadang dan memilih alur perahu melibas jeram-jeram yang menghadang, namun semua keputusan akhir yg diambil kemana arah perahu dijalankan tetap dipegang motoris.
Ketika naik ketingting, duduk lah ditempat yang disarankan oleh motoris jangan memilih tempat sehendak kita, seperti cari tempat yang nyaman dan enak, karena motoris tahu persis keseimbangan perahu. Duduk santai dan jangan membuat gerakan tiba-tiba dan tidak perlu. Ketinting didisain panjang dan ramping agar mampu membelah jeram dan meliuk-liuk diantara bebatuan dengan lincah. Maka berat barang bawaan pun perlu diperhatikan. Ketinting tidak mampu membawa banyak barang. Kalau barang bawaaan banyak maka kita butuh banyak ketinting untuk membawa barang kita. Saking kecil dan rampingnya ketinting, permukaan air sungai sangat dekat dengan sisi badan perahu, sehingga mudah sekali air masuk kedalam perahu, sehingga ketintingpun mudah terbalik.
Bila kita membawa peralatan elektronik, seperti lap top, mp3 player. camera digital, camcorder dan sebagainya, bungkuslah dengan plastik semua peralatan tersebut, untuk menghindari basah kena cipratan air sungai. Lebih baik lagi kalau semua peralatan elektronik tersebut dimasukan dalam dry box atau dry bag, sehingga kalau-kalau peralatan tersebut kecemplung ke sungai, atau perahu terbalik masih terapung dan bisa diselamatkan.
Kalau tidak ingin melelewatkan momen bagus disepanjang sungai, siapkan kamera dengan hati-hati dengan pelindung plastik. Ambil momen penting, kemudian masukan kembali dalam pelastik demikian seterusnya. Jangan coba-coba mengeluarkan peralatan elektronik ketika perahu melewati jeram, sangat berbahaya dan bereseiko tidak hanya ke barang namun jiwa kita. Berjaga-jaga agar kamera terlindung dari cipratan air yang sewaktu-waktu dapat menimpa tubuh kita.
Ketika sampai di tempat tujuan, motoris akan mencari lokasi yang aman untuk ketinting mendarat, kalau tidak ada dermaga maka yang dicari adalah tanah landai, batang pohon besar, atau batu besar. Jangan turun atau membuat gerakan tiba-tiba. Tunggu aba-aba motoris atau juru batu (pembantu motoris) di depan. Biasanya juru batu akan menambatkan dulu perahu di batu atau batang pohon. Kemudian dia akan memegang badan ketinting, setelah dirasa aman dan stabil maka penumpang dipersilahkan turun satu-satu.
Tidak disarankan
berjalan-jalan di hutan menggunakan sandal gunung apalagi sandal jepit. Sandal tidak melindungi kaki dari batu, patahan kayu tajam, akar dan lain sebagainya. Disarankan berjalan di hutan memakai sepatu, lebih baik lagi sepatu yg khusus digunakan untuk berjalan di alam bebas, karena biasanya punya alas kaki anti licin. Kaki yang sehat adalah segalanya di hutan agar kita bisa berjalan, bila kaki kita terluka maka 50% kemampuan kita bertualang di hutan berkurang.
Masuk pedalaman Kalimantan diusahakan membawa perbekalan makanan yg cukup, walaupun di pedalaman kadang ada warung namun harganya selangit. Kalau terpaksa kita mau berbelanja di warung, perhatikan baik-baik masa berlakunya, karena beberapa makanan instant masa berlakunya sudah habis, karena lama tidak terjual.
Pedalaman Kalimantan terutama Kalimantan Timur seperti di kawasan Sungai Kayan, Hulu Bahau atau di Taman Nasional Kayan mentarang kondisi alamnya masih alami di bandingkan kawasan lain. Di sinilah surga bagi satwa liar, kita kadang bisa menyaksikan satwa aliar minum air disepanjang sungai. Satwa yang kita saksikan diantaranya babuy (babi), pelanduk (kancil), payau (kijang), banteng, beruang madu, macan akar, ular dan sebagainya.
Walaupun mereka liar dan hidup bebas di alamnya, kita tidak perlu takut. Karena pada dasarnya satwa-satwa yang hidup di hutan takut manusia, mereka akan menghidari manusia kalau tercium baunya. Demikian juga dengan ular, mereka akan langsung kabur bila jumpa manusia.
Yang perlu diperhatikan disini adalah beberapa serangga yang berbahaya seperti lebah dan penyengat. Bila masuk hutan yg rapat perlu diperhatikan lintasan jalan yg akan dilalui, bila jumpa sarang lebah lebih baik ambil jalan memutar, jangan sampai kita mengganggu apalagi merusak sarang lebah, karena serangan lebah sangat mematikan, bila tidak ditangangi dengan cepat. Sama halnya dengan penyengat, sangat menyakitkan bila terkena badan. Nyamuk banyak di hutan terutama pada sore hari, semakin malam akan berkurang. Membawa lotion anti nyamuk sangat disarankan untuk menahan serangan nyamuk. Lotion nyamuk juga berguna untuk menangkal pacet yg banyak terdapat di areal hutan yang basah dan lembab.
Semoga tulisan singkat ini berguna dan bermanfaat bagi yang akan jalan-jalan di Kalimantan.
Selamat bertualang ..... jangan lupa selalu berdoa :)
Salam,
Dody Johanjaya
warungjp@gmail.com
(Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman bertualang ke pedalaman Kalimantan seperti, Hulu Sungai Mahakam, Hulu Bahau, TN. Kayan Mentarang, Hulu Sungai Kayan, Hulu Sungai Kapuas, Taman Nasional Betung Kerihun, Long Bawan, Long Alango, Long Pujungan, Apauping…..dan hulu sungai lainnya di Kalimantan, berjumpa dan hidup bersama masayarakat Dayak)
diambil dari milis JEJAK PETUALANG COMMUNITY
to : jejakpetualang@yahoogroups.com
dateSun, Oct 18, 2009 at 10:54 PM
subject[JPers] Tips dan Trik : BERTUALANG DI PEDALAMAN KALIMANTAN
"Tidak disarankan berjalan-jalan di hutan menggunakan sandal gunung apalagi sandal jepit. Sandal tidak melindungi kaki dari batu, patahan kayu tajam, akar dan lain sebagainya. Disarankan berjalan di hutan memakai sepatu, lebih baik lagi sepatu yg khusus digunakan untuk berjalan di alam bebas, karena biasanya punya alas kaki anti licin. Kaki yang sehat adalah segalanya di hutan agar kita bisa berjalan, bila kaki kita terluka maka 50% kemampuan kita bertualang di hutan berkurang."
Sungai-sungai di Kalimantan terutama di bagian hulu mempunyai karakter, badan sungai yang sempit, berbatu-batu, berjeram dan berarus kuat. Sehingga sarana transportasi andalan masyarakat di pedalaman Kalimantan adalah long boat (perahu panjang), perahu tempel (ces) dan ketinting (perahu kecil dengan penggerak mesin dengan batang panjang di bagian belakang ditambang baling baling).
Perahu-perahu ini digunakan sesuai karakter sungai yang ada. Menggunakan perahu apapun yang wajib kita bawa dan kita pakai adalah pelampung. Yang bisa berenang atau yang tidak bisa berenang, wajib memakai peranti penyelamat ini agar apabila kita terhempas keluar perahu, badan masih bisa terapung. Karena di jeram yang kuat, arus air bisa menyedot badan manusia ke dalam, hal ini sangat berbahaya, bagi perenang handal sekalipun.
Oh yah sebelum menyewa perahu ketintin, pastikan harga sewa sudah disepakati terlebih dahulu, apakah harga sudah termasuk minyak (bensin atau solar), makan minum awak perahu dan sebagainya. Buatlah kesepakatan diatas kertas, agar jelas dan ada bukti bila terjadi perselisihan. Bayarlah sewa perahu bila kita sudah sampai tujuan, kita kasih uang hanya untuk beli minyak.
Karena hampir semua perahu besar maupun kecil di Kalimantan tidak beratap. Panas dan angin langsung mengenai tubuh, maka disarankan menggunakan rain coat atau jaket hujan, topi dan pelindung mata (sun glasses). Rain coat, selain melindungi diri dari panas dan angin juga bisa menahan air hujan dan cipratan air sungai akibat jeram besar.
Awak ketinting biasanya dua orang, satu di belakang (motoris) adalah nahkoda yang mengemudikan ketinting, dialah pilot ketinting, orang nomor satu yang wajib dipatuhi segala perintahnya. Motoris adalah orang yg bertanggungjawab atas keselamatan ketinting dengan segala isinya. Kemudian orang kedua adalah juru batu yang duduk di bagian depan perahu. Juru batu adalah pembantu motoris orang kedua di perahu, dia kepanjangan tangan dan mata motoris, untuk mengarahkan perahu melewati jalur yg aman, menghindari batu yang menghadang dan memilih alur perahu melibas jeram-jeram yang menghadang, namun semua keputusan akhir yg diambil kemana arah perahu dijalankan tetap dipegang motoris.
Ketika naik ketingting, duduk lah ditempat yang disarankan oleh motoris jangan memilih tempat sehendak kita, seperti cari tempat yang nyaman dan enak, karena motoris tahu persis keseimbangan perahu. Duduk santai dan jangan membuat gerakan tiba-tiba dan tidak perlu. Ketinting didisain panjang dan ramping agar mampu membelah jeram dan meliuk-liuk diantara bebatuan dengan lincah. Maka berat barang bawaan pun perlu diperhatikan. Ketinting tidak mampu membawa banyak barang. Kalau barang bawaaan banyak maka kita butuh banyak ketinting untuk membawa barang kita. Saking kecil dan rampingnya ketinting, permukaan air sungai sangat dekat dengan sisi badan perahu, sehingga mudah sekali air masuk kedalam perahu, sehingga ketintingpun mudah terbalik.
Bila kita membawa peralatan elektronik, seperti lap top, mp3 player. camera digital, camcorder dan sebagainya, bungkuslah dengan plastik semua peralatan tersebut, untuk menghindari basah kena cipratan air sungai. Lebih baik lagi kalau semua peralatan elektronik tersebut dimasukan dalam dry box atau dry bag, sehingga kalau-kalau peralatan tersebut kecemplung ke sungai, atau perahu terbalik masih terapung dan bisa diselamatkan.
Kalau tidak ingin melelewatkan momen bagus disepanjang sungai, siapkan kamera dengan hati-hati dengan pelindung plastik. Ambil momen penting, kemudian masukan kembali dalam pelastik demikian seterusnya. Jangan coba-coba mengeluarkan peralatan elektronik ketika perahu melewati jeram, sangat berbahaya dan bereseiko tidak hanya ke barang namun jiwa kita. Berjaga-jaga agar kamera terlindung dari cipratan air yang sewaktu-waktu dapat menimpa tubuh kita.
Ketika sampai di tempat tujuan, motoris akan mencari lokasi yang aman untuk ketinting mendarat, kalau tidak ada dermaga maka yang dicari adalah tanah landai, batang pohon besar, atau batu besar. Jangan turun atau membuat gerakan tiba-tiba. Tunggu aba-aba motoris atau juru batu (pembantu motoris) di depan. Biasanya juru batu akan menambatkan dulu perahu di batu atau batang pohon. Kemudian dia akan memegang badan ketinting, setelah dirasa aman dan stabil maka penumpang dipersilahkan turun satu-satu.
Tidak disarankan
Masuk pedalaman Kalimantan diusahakan membawa perbekalan makanan yg cukup, walaupun di pedalaman kadang ada warung namun harganya selangit. Kalau terpaksa kita mau berbelanja di warung, perhatikan baik-baik masa berlakunya, karena beberapa makanan instant masa berlakunya sudah habis, karena lama tidak terjual.
Pedalaman Kalimantan terutama Kalimantan Timur seperti di kawasan Sungai Kayan, Hulu Bahau atau di Taman Nasional Kayan mentarang kondisi alamnya masih alami di bandingkan kawasan lain. Di sinilah surga bagi satwa liar, kita kadang bisa menyaksikan satwa aliar minum air disepanjang sungai. Satwa yang kita saksikan diantaranya babuy (babi), pelanduk (kancil), payau (kijang), banteng, beruang madu, macan akar, ular dan sebagainya.
Walaupun mereka liar dan hidup bebas di alamnya, kita tidak perlu takut. Karena pada dasarnya satwa-satwa yang hidup di hutan takut manusia, mereka akan menghidari manusia kalau tercium baunya. Demikian juga dengan ular, mereka akan langsung kabur bila jumpa manusia.
Yang perlu diperhatikan disini adalah beberapa serangga yang berbahaya seperti lebah dan penyengat. Bila masuk hutan yg rapat perlu diperhatikan lintasan jalan yg akan dilalui, bila jumpa sarang lebah lebih baik ambil jalan memutar, jangan sampai kita mengganggu apalagi merusak sarang lebah, karena serangan lebah sangat mematikan, bila tidak ditangangi dengan cepat. Sama halnya dengan penyengat, sangat menyakitkan bila terkena badan. Nyamuk banyak di hutan terutama pada sore hari, semakin malam akan berkurang. Membawa lotion anti nyamuk sangat disarankan untuk menahan serangan nyamuk. Lotion nyamuk juga berguna untuk menangkal pacet yg banyak terdapat di areal hutan yang basah dan lembab.
Semoga tulisan singkat ini berguna dan bermanfaat bagi yang akan jalan-jalan di Kalimantan.
Selamat bertualang ..... jangan lupa selalu berdoa :)
Salam,
Dody Johanjaya
warungjp@gmail.com
(Tulisan ini dibuat berdasarkan pengalaman bertualang ke pedalaman Kalimantan seperti, Hulu Sungai Mahakam, Hulu Bahau, TN. Kayan Mentarang, Hulu Sungai Kayan, Hulu Sungai Kapuas, Taman Nasional Betung Kerihun, Long Bawan, Long Alango, Long Pujungan, Apauping…..dan hulu sungai lainnya di Kalimantan, berjumpa dan hidup bersama masayarakat Dayak)
diambil dari milis JEJAK PETUALANG COMMUNITY
Label:
dodyjohanjaya,
jejakpetualang,
kalimantan
Rabu, 07 Oktober 2009
Sabtu, 03 Oktober 2009
Ketemu RD lagi.. :)
Salah satu yang menjadi magnet dari acara JPI ini adalah kehadiran Riyanni Djangkaru, Syifa Kumala, dan om Doddy Johanjaya selama JPI. dan RD hanya sempat datang dan berbagi kisahnya di JPI Night "Dugem (duduk gemetar) with star"

Sempet pangling saat pertama ketemu RD di ruang VIP, karena saking cantik dan anggunya dia malam itu (hush!! istri orang tuh... hehe). malah dia yang menyapa duluan "Hans Handoko"... cihuy.. dan kemudian dikenalkan dengan Suami serta Bapaknya RD yang kebetulan malem itu diajak ke Ranca Upas, sedangkan si kecil Biam, ditinggal dipenginapan karena masih tidur.
Tidak bisa lama bercengkrama dengan RD, karena beliau harus ke Bali esok hari untuk melanjutkan kerjaanya. hanya sedikit mendengarkan kisahnya selama beberapa bulan "Come Back di Jejak Petualang", thanks ya teh...
kalo Syifa, hm.. siapa sih JPers yang gak kenal neng geulis dari bandung ini, dia sangat care dengan JPers, hampir setiap kegiatan yang diselenggarakan komunitas, dia selalu turun serta menjadi bagian dari panitia, dan di JPI ini syifa juga jadi salah satu dari panitia... udah cantik, baik hati lagi.... love you ya cii...
Sempet dengar Ulung Putri datang juga, sayang siang itu aku masih sibuk dengan beberapa kerjaan, alhasil nggak ketemu dengan Ulung.. hanya melihat foto2-nya.. padahal pengin bangetttt...
nah kalo Medina Kamil... entah, dia jarang kumpul dengan JPers... cuma sempat ketemu di Talk Show dimalang. dan liat dia pas di ulah JP april kemarin,....
next.. masih belum ketemeu ka Mentari KP, Nuray Rifat....
:)
Sempet pangling saat pertama ketemu RD di ruang VIP, karena saking cantik dan anggunya dia malam itu (hush!! istri orang tuh... hehe). malah dia yang menyapa duluan "Hans Handoko"... cihuy.. dan kemudian dikenalkan dengan Suami serta Bapaknya RD yang kebetulan malem itu diajak ke Ranca Upas, sedangkan si kecil Biam, ditinggal dipenginapan karena masih tidur.
Tidak bisa lama bercengkrama dengan RD, karena beliau harus ke Bali esok hari untuk melanjutkan kerjaanya. hanya sedikit mendengarkan kisahnya selama beberapa bulan "Come Back di Jejak Petualang", thanks ya teh...
kalo Syifa, hm.. siapa sih JPers yang gak kenal neng geulis dari bandung ini, dia sangat care dengan JPers, hampir setiap kegiatan yang diselenggarakan komunitas, dia selalu turun serta menjadi bagian dari panitia, dan di JPI ini syifa juga jadi salah satu dari panitia... udah cantik, baik hati lagi.... love you ya cii...
Sempet dengar Ulung Putri datang juga, sayang siang itu aku masih sibuk dengan beberapa kerjaan, alhasil nggak ketemu dengan Ulung.. hanya melihat foto2-nya.. padahal pengin bangetttt...
nah kalo Medina Kamil... entah, dia jarang kumpul dengan JPers... cuma sempat ketemu di Talk Show dimalang. dan liat dia pas di ulah JP april kemarin,....
next.. masih belum ketemeu ka Mentari KP, Nuray Rifat....
:)
Label:
jambore,
jejakpetualang,
jpers,
jpi,
riyannidjangkaru,
syifa,
ulungputri
Jambore Petualang Indonesia
ngumpulin dari beberapa album foto FB temen-temen, maklum nggak punya kamera, jadi kerjanya ikut nampamg aja...
Mohon ijin untuk upload foto-fotonya yaa..
Label:
jambore,
jejakpetualang,
jpers,
jpi,
rancaupas
Jumat, 02 Oktober 2009
Langkah yang terbenam LUMPUR
29 Mei 2006- 29Mei 2009 :: Lumpur Lapindo ::
31 Mei :: Ultah Kota Surabaya ::
Surabaya-Porong, 30 Mei 2009

Musibah!! Kita tak akan pernah tau kapan datangnya. Dan tak ada seorangpun yang mengharapkan datangnya musibah tersebut, besar atau kecil, disengaja atau tidak. Seperti halnya luapan lumpur panas di Porong yang pertama kali keluar pada tanggal 29 mei 2006. Dan tiga tahun sejak luapan itu lumpur itu telah menenggelamkan sedikitnya 3 desa, Renokenongo, Siring, dan Besuki. Ribuan saudara kita menjadi korban dari sebuah musibah yang sampai saat ini masih dipertentangkan, apakah musibah tersebut merupakan fenomena alam atau karena kesalahan manusia, dalam hal ini PT Lapindo sebagai pihak penambang yang dimintai pertanggungjawab.
Porong terletak 14 km diselatan kota Sidoarjo, berbatasan langsung dengan Kabutapen Pasuruan dan Selat Madura, sehingga porong merupakan jalur darat utama untuk menuju kewilayah Indonesia Timur. Dampak dari luapan lumpur panas yang telah menenggelamkan akses jalan Tol Gempol sangat memukul roda perkonomian tertutama disekitar Jawa Timur. Bnayak Pabrik yang terpaksa tutup karena biaya operasional yang terus membengkak, imbasnya ribuan karyawan di PHK.
30 Mei 2009 kemarin, aku yang memang suka jalan-jalan (jalan kaki). Ingin melihat luapan lumpur itu dari dekat. Meskipun sudah 3 tahun musibah itu terjadi belum sekalipun aku melihat dari dekat pusat semburan itu. Selama ini hanya melewati jalan raya porong disebelahnya yang selalu macet. Dengan beberapa sekenario yang telah direncakan akhirnya saya berniat untuk jalan kaki dari ketintang (kos) menuju ke pusat semburan sejauh kurang lebih 25 km. sekenarionya adalah, Perjalanan dari Ketintang (Surabaya) ke Sidoarjo aku berjalan sendiri, sedang dari Sidoarjo akan ditemani Nurul. Dan nanti pulangnya akan dijemput oleh teman-teman dari JPComm.
Pagi itu dimulai pukul 5:30 pagi, aku mulai melewati jalanan Surabaya yang masih lengang, karena hari minggu jalan A.Yani yang biasanya padat merayap hari ini sepi. Terus keselatan berjalan disisi barat jalur utama menuju kota Surabaya tersebut. Tidak ada yang aneh, awal tahun 2008 kemarin aku pernah menempuh jalan kaki dari Bungurasih menuju kosku, 5 km selama 2 jam. Sampai dibundaran Waru aku memilih untuk pindah ke sisi timur dengan melewati jembatan penyebrangan. Dan terus keselatan di bawah jalan layang Bungur kembali aku pindah ke sisi kanan jalan. Berjalan melawan arus kendaran akan merasa lebih aman, karena kita bisa melihat semua kendaran yang lewat. Berbeda dengan berjalan disisi yang searah, karena kendaraan dari belakang kita jadi lebih waswas..
Sekitar pukul 10. 4 jam setelah berjalan kaki sampailah di depan SMU 1 Sidoarjo. Disini aku menunggu Nurul yang memang berencana mengikuti trip gilaku yang ke 3 ini. Setengah jam menunggu ternyata cukup membuat otot kakiku kaget.. akhirnya harus berjalan dengan sedikit nyeri di kaki. Melewati sisi kiri jalanan sidoarjo, memasuki pasar yang sebenarnya adalah Trotoar untuk pedestrian yang malah berubah menjadi padat dengan lapak-lapak pedagang kaki lima, potret sudut negara berkembang, dimana fasilitas umum selalu tersisihkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sebagian rakyatnya
Selepas keluar dari kota Sidoarjo, suhu panas jalanan ini semakin terasa belum lagi mulai jarangnya pepohonan yang melindungiku dari sengatan matahari. Yah seperti berjalan digurun ditambah dengan sauna polusi dari kendaraan bermotor yang mulai memacetkan jalanan. Memang tidak ada yg tau kalo aku dan Nurul niat jalan kaki ke Porong. Seperti kisah ini ditulis oleh Nurul di facebook-nya dengan judul : Kencan Tak Romantis Surabaya–Porong, karena memang tak ada romantisnya. Sampai disekitar daerah Candi, aku yang sudah lebih dari 5 jam berjalan dan hanya beristirahat lama sekali sudah mulai kurang staminanya, belum lagi kaki kanan yang mulai nyeri… dan jalanan panas yang semakin terang tanpa peneduh.
Menjelang pukul 1 siang,
gundukan tanah hijau itu sudah mulai kelihatan,
angkuh membatasi langkah manusia,
menimbun ribuan mimpi dari ribuan jiwa..
tanggul lumpur panas…
Setelah 7 jam perjalan
an yang tak akan pernah dibiliang “logis” ini. Setelah ribuan langkah dari jarak 25 km. Entah apa yang aku cari, tapi aku menikmatinya.. menikmati setiap langkah yang aku pijakan, menikmati setiap keramaian kaum-kaum marjinal yang menjajakan hidupnya dijalanan demi sesuap nasi. Aku menikmati kehidupan ini dari jalanku. Mecoba melihat kehidupan ini dari sudut yang bebeda menjadi bagian dari yang tersisihkan.
Tanggul kolam besar Lumpur Panas Lapindo yang sudah 3 tahun berdiri tanpa solusi yang pasti. Akhirnya aku berdiri diatasnya. Sebuah tempat yang berlabel wisata LAPINDOMIRE, tanpa kata… disana memang terjadi musibah. Musibah yang akan semakin mendekatkan kita pada kebesaran Tuhan, atau malah ingkar karena tuhan tak pernah lagi menyayangi kita.
Dan aku menjalani perjalanan ini bukan untuk menikmati musibah saudaraku, hanya ingin ikut merasakan keprihatinan itu… kepedihan itu. Satu sahabatku dari JPComm, Zainul Mutaqin. Dia adalah satu anak pengungsi yang menjadi korban dari luapan itu. Dari beberapa chating-ku dengan nya, dia lebih senang berada dipengungsian dari pada di rumah kontrakan barunya. Disana dia bisa bermain bersama teman-temanya. Teman yang dulu tinggal disekitar porong yang kini terbenam lumpur.
Akhirnya perjalanan ini diakhiri dengan datangnya teman-teman JP Comm yang menjemputku. Ada Daoi Fani, Ieaz, Dadank, Wahyu dan Hero yang mengantarku kembali keasalku…
Thanks to all..
Semoga Musibah ini kini bukan menjadi komoditas politik demi sebuah jabatan Ketua Umum Partai…
foto lengkap di: http://kohan2282.multiply.com/photos/album/102
-[han]-
31 Mei :: Ultah Kota Surabaya ::
Surabaya-Porong, 30 Mei 2009
Musibah!! Kita tak akan pernah tau kapan datangnya. Dan tak ada seorangpun yang mengharapkan datangnya musibah tersebut, besar atau kecil, disengaja atau tidak. Seperti halnya luapan lumpur panas di Porong yang pertama kali keluar pada tanggal 29 mei 2006. Dan tiga tahun sejak luapan itu lumpur itu telah menenggelamkan sedikitnya 3 desa, Renokenongo, Siring, dan Besuki. Ribuan saudara kita menjadi korban dari sebuah musibah yang sampai saat ini masih dipertentangkan, apakah musibah tersebut merupakan fenomena alam atau karena kesalahan manusia, dalam hal ini PT Lapindo sebagai pihak penambang yang dimintai pertanggungjawab.
Porong terletak 14 km diselatan kota Sidoarjo, berbatasan langsung dengan Kabutapen Pasuruan dan Selat Madura, sehingga porong merupakan jalur darat utama untuk menuju kewilayah Indonesia Timur. Dampak dari luapan lumpur panas yang telah menenggelamkan akses jalan Tol Gempol sangat memukul roda perkonomian tertutama disekitar Jawa Timur. Bnayak Pabrik yang terpaksa tutup karena biaya operasional yang terus membengkak, imbasnya ribuan karyawan di PHK.
30 Mei 2009 kemarin, aku yang memang suka jalan-jalan (jalan kaki). Ingin melihat luapan lumpur itu dari dekat. Meskipun sudah 3 tahun musibah itu terjadi belum sekalipun aku melihat dari dekat pusat semburan itu. Selama ini hanya melewati jalan raya porong disebelahnya yang selalu macet. Dengan beberapa sekenario yang telah direncakan akhirnya saya berniat untuk jalan kaki dari ketintang (kos) menuju ke pusat semburan sejauh kurang lebih 25 km. sekenarionya adalah, Perjalanan dari Ketintang (Surabaya) ke Sidoarjo aku berjalan sendiri, sedang dari Sidoarjo akan ditemani Nurul. Dan nanti pulangnya akan dijemput oleh teman-teman dari JPComm.
Pagi itu dimulai pukul 5:30 pagi, aku mulai melewati jalanan Surabaya yang masih lengang, karena hari minggu jalan A.Yani yang biasanya padat merayap hari ini sepi. Terus keselatan berjalan disisi barat jalur utama menuju kota Surabaya tersebut. Tidak ada yang aneh, awal tahun 2008 kemarin aku pernah menempuh jalan kaki dari Bungurasih menuju kosku, 5 km selama 2 jam. Sampai dibundaran Waru aku memilih untuk pindah ke sisi timur dengan melewati jembatan penyebrangan. Dan terus keselatan di bawah jalan layang Bungur kembali aku pindah ke sisi kanan jalan. Berjalan melawan arus kendaran akan merasa lebih aman, karena kita bisa melihat semua kendaran yang lewat. Berbeda dengan berjalan disisi yang searah, karena kendaraan dari belakang kita jadi lebih waswas..
Sekitar pukul 10. 4 jam setelah berjalan kaki sampailah di depan SMU 1 Sidoarjo. Disini aku menunggu Nurul yang memang berencana mengikuti trip gilaku yang ke 3 ini. Setengah jam menunggu ternyata cukup membuat otot kakiku kaget.. akhirnya harus berjalan dengan sedikit nyeri di kaki. Melewati sisi kiri jalanan sidoarjo, memasuki pasar yang sebenarnya adalah Trotoar untuk pedestrian yang malah berubah menjadi padat dengan lapak-lapak pedagang kaki lima, potret sudut negara berkembang, dimana fasilitas umum selalu tersisihkan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi sebagian rakyatnya
Selepas keluar dari kota Sidoarjo, suhu panas jalanan ini semakin terasa belum lagi mulai jarangnya pepohonan yang melindungiku dari sengatan matahari. Yah seperti berjalan digurun ditambah dengan sauna polusi dari kendaraan bermotor yang mulai memacetkan jalanan. Memang tidak ada yg tau kalo aku dan Nurul niat jalan kaki ke Porong. Seperti kisah ini ditulis oleh Nurul di facebook-nya dengan judul : Kencan Tak Romantis Surabaya–Porong, karena memang tak ada romantisnya. Sampai disekitar daerah Candi, aku yang sudah lebih dari 5 jam berjalan dan hanya beristirahat lama sekali sudah mulai kurang staminanya, belum lagi kaki kanan yang mulai nyeri… dan jalanan panas yang semakin terang tanpa peneduh.
Menjelang pukul 1 siang,
gundukan tanah hijau itu sudah mulai kelihatan,
angkuh membatasi langkah manusia,
menimbun ribuan mimpi dari ribuan jiwa..
tanggul lumpur panas…
Setelah 7 jam perjalan
Tanggul kolam besar Lumpur Panas Lapindo yang sudah 3 tahun berdiri tanpa solusi yang pasti. Akhirnya aku berdiri diatasnya. Sebuah tempat yang berlabel wisata LAPINDOMIRE, tanpa kata… disana memang terjadi musibah. Musibah yang akan semakin mendekatkan kita pada kebesaran Tuhan, atau malah ingkar karena tuhan tak pernah lagi menyayangi kita.
Dan aku menjalani perjalanan ini bukan untuk menikmati musibah saudaraku, hanya ingin ikut merasakan keprihatinan itu… kepedihan itu. Satu sahabatku dari JPComm, Zainul Mutaqin. Dia adalah satu anak pengungsi yang menjadi korban dari luapan itu. Dari beberapa chating-ku dengan nya, dia lebih senang berada dipengungsian dari pada di rumah kontrakan barunya. Disana dia bisa bermain bersama teman-temanya. Teman yang dulu tinggal disekitar porong yang kini terbenam lumpur.
Akhirnya perjalanan ini diakhiri dengan datangnya teman-teman JP Comm yang menjemputku. Ada Daoi Fani, Ieaz, Dadank, Wahyu dan Hero yang mengantarku kembali keasalku…
Thanks to all..
Semoga Musibah ini kini bukan menjadi komoditas politik demi sebuah jabatan Ketua Umum Partai…
foto lengkap di: http://kohan2282.multiply.com/photos/album/102
-[han]-
Label:
catatankaki,
jpers,
lapindo,
lumpur,
porong,
untuksahabat
Langkah yang terbenam LUMPUR
29 Mei 2006- 29Mei 2009 :: Lumpur Lapindo ::
31 Mei :: Ultah Kota Surabaya ::
Surabaya-Porong, 30 Mei 2009
Musibah!! Kita tak akan pernah tau kapan datangnya. Dan tak ada seorangpun yang mengharapkan datangnya musibah tersebut, besar atau kecil, disengaja atau tidak. Seperti halnya luapan lumpur panas di Porong yang pertama kali keluar pada tanggal 29 mei 2006. Dan tiga tahun sejak luapan itu lumpur itu telah menenggelamkan sedikitnya 3 desa, Renokenongo, Siring, dan Besuki. Ribuan saudara kita menjadi korban dari sebuah musibah yang sampai saat ini masih dipertentangkan, apakah musibah tersebut merupakan fenomena alam atau karena kesalahan manusia, dalam hal ini PT Lapindo sebagai pihak penambang yang dimintai pertanggungjawab. ...
...
Dan aku menjalani perjalanan ini bukan untuk menikmati musibah saudaraku, hanya ingin ikut merasakan keprihatinan itu… kepedihan itu. Satu sahabatku dari JPComm, Zainul Mutaqin. Dia adalah satu anak pengungsi yang menjadi korban dari luapan itu. Dari beberapa chating-ku dengan nya, dia lebih senang berada dipengungsian dari pada di rumah kontrakan barunya. Disana dia bisa bermain bersama teman-temanya. Teman yang dulu tinggal disekitar porong yang kini terbenam lumpur.
....
capter lengkap di : http://kohan2282.multiply.com/journal/item/73/Langkah_yang_terbenam_LUMPUR
semua foto diambil oleh : Nurul Aneh
-han-
Label:
catatankaki,
jpers,
lapindo,
lumpur,
porong,
untuksahabat
Langganan:
Postingan (Atom)