Kamis, 17 Februari 2011

[2] JPers on SEVEN, Mari bercengkerama dan bermain dengan aman di alam...

Memilih sudut selatan dari hamparan ini, dulu kami memakainya sebagai Subcamp Air saat JPI2009. Sudah banyak yang berubah dari Bumi Perkemahan ini. Lapangan utama yang dulu dijadikan tempat upacara dan area berkumpul itu kini telah dipagari menjadi tempat outbond yang masih dalam tahap pembangunan. Dan tempat pemandian air panas yang berada disudut barat daya kini telah hancur dan tersisa hanya beberapa bilik saja… entah ada program apa ko’ menghancurkan tempat pemandian itu, dan untuk tempat pemandian lain hanya tersisa di sebelah utara, dekat camp panitia JPI. Ups.. saya banyak menyebutkan nama JPI di awal tulisan ini, ya… saya sedang mengenangnya, sedang menikmati mengingat masa-masa sibuk disana. 4 hari di Ranca Upas tanpa sempat menemani rusa rusanya bermain… sesibuk itukah?

Alasan lain memilih camp disebelah selatan adalah hanya disana tersisa lahan yang masih luas dan tidak becek karena genangan air. Sedang lahan lain lebih mirip seperti rawa kubangan karena hujan yang tak henti-hentinya menerpa dataran tinggi di Selatan Kota Kembang ini. Tidak banyak yang kami siapkan untuk memulai cerita kali ini, dalam rangka merayakan 7 tahun kebersamaan kami di Jejak Petualang Community. Beberapa rapat kecil dihadiri oleh orang- orang kecil (coba lihat… banyakan Jpers yang berpostur kecil kan?? Kecuali saya tentunya :D) dan akhirnya sebuah sambutan hangat dari semua penghuni milis dan juga dari Manajemen Jejak Petualang TRANS|7. Baru dibuka beberapa hari ternyata 100 seat yang disediakan dari Jakarta langsung penuh. Dan sisanya disarankan untuk ketemu langsung di Ranca Upas. Maka pagi ini ada 150 JPers yang siap bermain dan belajar bersama di bawah bukit Patuha ini.

***

Saat matahari pertama menyapa, sebagian dari kami sudah berkumpul dibeberapa warung makan. Sarapan pagi. Disini menyapa teman-teman lama yang belum aku temui semalam. Ini adalah trip pertamaku sejak 2 bulan resmi menjadi warga Ibu kota. Bertemu dengan wajah-wajah yang sudah terasa tidak asing lagi meskipun jarang bertemu di dunia nyata, sebagian dari kami adalah penghuni dunia maya. Tapi kemayaan itu tidak membatasi kami, malah semakin luas dalam berekspresi dan bukan sekali ini event bersama di gelar meskipun berawal dari celetak-celetukan kecil dikoment maya tersebut

Dua hari ini adalah kelanjutan dari tanggal 20 kemarin, dimana beberapa JPers 4L dan Crew JP dari TRANS|7 merayakan hari jadi JP Comm yang ke 7 di Pasar Festival. 20 Januari 2004 adalah awal pertama milis penggemar acara Jejak Petualang ini dibuat. Dan 7 tahun setelahnya, telah berkembang menjadi sebuah komunitas yang sebagian membernya adalah teman teman yang aktif di kegiatan outdoor, meskipun ada juga diantaranya yang hanya menikmatinya dalam sebuah komunitas. Dan kali ini di ulang tahunya yang ke 7, JPers ingin merayakanya di Bumi Perkemahan Ranca Upas - Ciwidey.

***

Pukul 9, setelah sebagian besar tenda-tenda berdiri mengelilingi kampung air ini. Spanduk-spanduk sponsor pun memeriahkan melingkari lapangan rumput yang tidak begitu luas ini, tapi jauh lebih cukup untuk menampung kami yang hanya ber 150 ini. Banner JPers On SEVEN yang kuning menyala dinaikan oleh team TCO (Tree Climbers Organization). Dengan teknik memanjat pohon yang aman akhirnya Baner itu dibentangkan diantara dua batang pohon. Ada Spanduk Polygon dan Eiger yang dibentangkan dibawahnya. Team TCO, Biota dan beberapa JPers yang telah datang lebih dahulu telah menyiapkan sebuah arena bermain yang akan menemani kami menyapa rumput rumput hijau yang selalu kedinginan tapi tetap ceria ini… ah….. semakin tak sabar aku bercengkerama dan bermain bersama mereka.


bersambung lagi ya...

 

 

 

www.trihans.com

Senin, 07 Februari 2011

[1] JPers on SEVEN, Mari bercengkerama dan bermain dengan aman di alam...

JPers on SEVEN,
Ranca Upas, 29-30 Januari 2011

 

    Tanpa kabut, tapi tetap dingin…
    Tanpa penerangan, tapi tetap ceria….
    Kami bernyanyi dalam dinginnya malam Ranca Upas


Dinginnya hamparan berumput hijau diketinggian 1740 mdpl ini masih saja membekukan nyali kami. Hingga beberapa diantara kami pun memilih untuk tetep bersembunyi dibalik Sleeping Bag yang sebenarnya juga tidak begitu hangat. Ya… setidaknya jauh lebih hangat dari pada harus berdiri dalam malam gelap dengan rintik-rintik air hujan yang masih membasahi sejak sore tadi. Hanya sedikit diantara kami yang memilih melanjutkan menikmati malam ini, meskipun tak ada agenda lagi yang harus kami ikuti malam ini.  Mendendangkan lagu-lagu cinta dan cerita kehidupan. Sungguh terasa menghangatkan suasana malam ini, ditambah  dengan sedikit gurauan khas dari kami… ahh inilah malam-malam yang selalu aku rindukan. Berbaur bersama sahabat yang baru dikenal tapi terasa seperti telah mengenalnya ribuan waktu sebelumnya.

Aku bernyanyi diantara mereka, menjaga api unggun sampai akhirnya tak ada lagi api yang membakar ditengah-tengah kami. Dan kemudian memilih untuk bergabung dengan sebagian besar peserta JPers On Seven lainya. Menghangatkan mimpi dalam sebuah kantung merah berbentuk kepongpong yang selalu menemaniku. Dan masih terdengar sayup-sayup diluar sana masih penuh canda, sampai aku tak mampu mendengarnya lagi terlelap dalam buaian cinta-cinta sang malam.

***
 

Pagi pertama..

Pagi yang sama, tapi tidak sedingin saat pertama kali aku menginjakan kaki dibumi perkemahan ini, hampir 2 tahun yang lalu. Saat aku datang bersama ribuan sahabat dari seluruh Indonesia untuk mempersiapkan sebuah pergelaran besar dalam sebuah nama: Jambore Petualang Indonesia 2009. Kali ini aku mengulanginya kembali, mengunjungi rusa-rusa jawa yang bahkan aku belum sempat menyapanya dikesempatan pertama itu… Untuk kembali bercengkerama dan bermain di Alam Ranca Upas.

Kali ini kami datang tidak lagi dalam jumlah ribuan, tapi cukup dalam ratusan. Ratusan tapi serasa ribuan, karena kamipun akan melakukan kegiatan yang hampir sama dengan kegiataan saat JPI 2009 lalu. Bagiku ini adalah Jambore kecil untuk mengenang apa yang telah kami kerjakan 2 tahun yang lalu. Jika dulu saking sibuk dan padatnya kegiatan kami sesama panitia pun tak banyak kesempatan untuk saling mengenal apalagi dengan peserta yang ribuan itu. Kali ini tentunya persahabatan yang kami temui akan jauh lebih berkualitas… argh. Semakin tak sabar aku menunggu matahari dihari pertama ini. Ingin segera menyapa Rusa-rusa dalam penangkaran… ingin segera mengulum masamnya buah strowbery yang tersipu memerah saat kami menyapanya.

Menyambut pagi pertama, setelah 3 jam perjalanan dari parkiran UKI. Perjalanan yang terasa singkat itu telah mengantarkan 100 sahabat yang akan bermain bersama di dua hari ini. Beberapa diantara kami memilih untuk menghangatkan dan mengistirahatkan tubuh di Mushola.

“ini anak ko pakainnya merah semua, SB merah, kaos merah dan jaket merah..” mba Ibet menyapaku dipagi itu, sapaan kecil dari sahabat lama yang hanya ketemu di trip-trip yang kami ikuti. Dan akupun melanjutkan mengistirahatkan tubuh ini dalam SB merah yang aku beli saat pendakian pertamaku ke Semeru. Masih ada backpack merah dan tas kecil merah yang juga aku bawa... Ah, entahlah… aku tak begitu menyukai warna merah, tapi sebagian barangku ternyata berwana merah.. :D

Bersambung...

 

pic: minjem dari om satub

www.trihans.com

Kamis, 27 Januari 2011

JPers on SEVEN, “Mari bercengkerama dan bermain dengan aman di alam..”

JPers on SEVEN,
Ranca Upas, 29-30 Januari 2011

“Mari bercengkerama dan bermain dengan aman di alam..”

Kami ucapkan Selamat dan terima kasih atas pendaftarannya untuk berpartisipasi meramaikan perayaan JPers on 7 Anniversary ini yang akan diadakan Sabtu minggu besok di Ranca Upas, Ciwidey.

Mari bercengkerama dan bermain dengan aman di alam. Dalam rangka merayakan hari jadinya yang ke 7, Jejak Petualang Community (jepecom) mengajak seluruh JPers yang telah mendaftar dalam JPers on 7 untuk belajar dan bermain dengan aman di bumi penangkaran Rusa Ranca Upas. Beberapa kegiatan akan dilakukan, salah satunya berupa Simulasi Pendakian yang akan mengisi agenda kita di sana. Tentunya akan diisi dengan materi ringan bermanfaat yang akan di tularkan oleh narasumber. Juga belajar memanjat pohon dengan aman yang akan dipandu oleh Tree Climbers Organization (TCO).

Dan JPers on 7 ini semakin dimeriahkan dengan dukungan liputan 1 episode dari Jejak Petualang SURVIVAL TRANS|7. Merupakan sebuah kado Istimewa bagi JPers dari Manajemen TRANS|7 … kemesraan yang selama ini terjalin antara JPers dan JP Crew, dan kembali Ranca Upas akan menjadi tempat reuni pertemuan itu.

Selain itu juga bertabur Doorprize dari Sponsor akan semakin menghangatkan udara beku Ranca Upas… beribu terima kasih untuk Sponsor yang selalu mendukung kegiatan JPers, dan kali ini ada :
- TRANS|7
- Dive Mag Indonesia
- Coremap II
- Tree Climbers Organization
- Skaters
- POLYGON
- SUMMITER’S online shop
- LUMINOX
- EIGER Adventure

Yang akan semakin memeriahkan perayaan Ultah JPers…

jadi… Sampai ketemu di JPers on SEVEN

“Dalam rindu sapaan mesra rusa rusa itu…dan Strowbery yang tersipu memerah melihat kita tertawa dan bermain bersama alam…”









Jejak Petualang Community
www.jejakpetualang.org | @jepecom

Sabtu, 01 Januari 2011

Jalan kaki itu capek...


Jalan kaki itu capek...
tapi kenapa kaki ini terus melangkah???


hohoho....berikut hasil pengukuran jarak jalan kaki yang kutempuh selama 2 hari 2 malam di Manado...
(powered by Googlemaps and A-GPS on SE G502)

1. Night Walking pertama, nyampe Manado jam 11 malem, hotel yang dituju (Hotel Wisata) malah full dan...nyari hotel susah banget, di hotel ke-lima setelah 2,1 km jalan baru menemukan hotelnya, lumayan..meskipun jauh dapet potongan untuk kamarnya. Hotel Galaxy

2. Siang setelah kerjaan selesai, main main di pantai PP menempuh 2,2 km. setelah gagal memimpikan Bunaken hanya mampu memandanginya dari seberang lautan :(.

3. Night Walking sepanjang Bulevard. ruameee... terkesan banget Manado sebagai kota Dugem, semua diubah serasa diskotik, rumah biasa, angkot, mall, toko baju semua serba hinggar bingar... dan anak mudanya Style Distro semua, jakarta kalah dah... ternyata jauh juga PP adri hotel Dragon sampai IT center 5,6km

4. Dalam rangka ingin melihat KEBEJATAN PEMERINTAH SULUT yang rela mereklamasi pantai Boboca- Malalayang, salah satu Dive spot terbaik didunia yang juga tempat pemecahan Rekor Dunia diver terbanyak saat SAIL BUNAKEN 2009. Kini pantai itu sedang diuruk batuan dengan dalih akan dijadikan Tempat Wisata terpadu..huaaaa kaya nggak ada tempat lain aja. Start dari Terminal Malalayang sampai ke Dragonet Diving Center sejauh 1,4km menyisiri pantau berbatu dengan pemandangan exotis kepulauan Manado tua dan kota Manado.

5. Getting Lost... ini nih, niat hati mau keluar dari kemacetan angkot biar cepat menemukan taxi ke Bandara.... ternyata malah nyasar didalam pasar 45 entah kemana tiba tiba melihat ada perahu besar besar... wow!!! Pelabuhan Manado, dan hanya mengikuti felling ternyata malah kembali ke IT center, yanga artinya full sepanjang Bulevard telah aku jalani dengan kaki ini...hehe.... 3,2km untuk nyasar di pasar 45 sampai kepelabuhan dan kembali ke Mega Mall menantikan taxi biru...



Catper dan cerita menyusul.... ada banyak cerita yang pengin dibagi bagi :D

oh Bunaken... hanya sempat aku melihatnya dari seberang kejauhannnn... :(

Reklamasi tanpa hati di Pantai Malalayang


Saya bukan seorang Diver...tapi saya juga boleh peduli.

Kebetulan selama ini saya lebih sering dibikin "Mupeng" oleh Dive Mag yang selalu saya dapatkan setiap bulannya dari rekan-rekan saya yang berada dibalik Dive Mag. Dan kali ini saya berkesempatan untuk mengunjungi Manado yang terkenal dengan Kota Pantainya. Niat hati pengin main ke Bunaken, tapi apalah daya seharian awan mendung dan angin kencang menyambut hari pertama (30/12/2010) saya di Manado. Maka saya hanya sempat berkomunikasi dengan beberapa teman disana, mba Gracey Wakary dari Dragonet dan seorang yang saya kenal di milis JPers juga marketingnya Dive Mag, Om Timmy Febrin. Dari ceting malam itu akhirnya mengarahkan saya untuk sekedar melihat sebuah berita duka.

Ya Berita Duka, bagaimana tidak. Tahun 2009 saat SAIL BUNAKEN 2009 diadakan di Manado. Dipecahkan Guiness World Record untuk jumlah penyelam terbanyak, lebih dari 2000 Divers dari seluruh dunia berkumpul disini memecahkan rekor itu. Pantai Malalayang adalah satu Dive Spot terbaik dunia yang bisa menjadi alternatif jika cuaca tidak baik dan tidak bisa menyebrangi laut. Karena Divers tidak perlu menyebrang ke Bunaken cukup mengunjungi Pantai Malalayang sekitar 4km dari Pusat kota Manado. Disini terkenal juga dengan visibility yang baik, karena berada dilautan dangkal. Saya bisa melihat dengan jelas dasar pantai yang biru muda itu, huaaa... andakaian ada waktu ingin saya berenang disana. Tapi yang saya temui disana pantai dengan karang menawan itu sedang diuruk batuan, Beberapa Truk bermuatan batu menumpahkan isinya kelautan, dan alat-alat berat meratakan pantai yang ada disana. hiks!

Dari info yang saya dapatkan, ada sekitar 15 hektar area karang yang menjadi pilihan sebagian Diver. tapi 10 hektar diantaranya masuk ke dalam Program Reklamasi yang bahkan saya menemukan sebuah tulisan bahwa Pemerintah belum menurunkan Ijin perihal reklamasi tersebut. Terus kenapa Reklamasi tetap berjalan??? Bukan hal yang aneh di negeri jika uang lebih berkuasa.... Saya hanya bertanya Dimana peran Menteri Pariwisata, Menteri Perikanan dan Kelautan, serta Menteri Lingkungan Hidup. yang seharusnya melindungi aset alam negeri ini dari tangan-tangan kotor segelintir orang yang bertopeng sebagai penyelamat lingkungan padahal dia mengambil keuntungan dari alam. Mungkin dia butuh pengembalian modal kampanyenya!!!!

Huaaagh!! semakin gerah saya disana. Entah apa yang akan diceritakan ke anak cucu kita nanti jika kita hanya bisa bercerita "Dulu disini, dibawah timbunan beton ini adalah sebuah Dive Spot yang jernih dan terbaik didunia....". "Dulu disini dibawah kita berdiri pernah dipecahkan rekor dunia penyelam terbanyak...". Atau bahkan mungkin "Dulu negeri Indonesia ini adalah tanah yang indah, kini hanya berupa tanah gersang yang dikeruk, lautan jernih yang berubah lautan penuh sampah...."

Argh!!! bangsa ini memang bangga dengan keberhasilan leluhurnya tapi tak mampu menjaga apa yang diwariskan nenek moyang kita..


"nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa

angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b'rani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai"









Selamat tahun baru 2011
01012011

-hans-
www.trihans.com


.: All Photos taken by Hapetography SE G502 :.
foto lain di : http://www.facebook.com/album.php?aid=2077455&id=1101198037&l=697fadafe7