Selasa, 30 Oktober 2007

WBL

Start:     Nov 14, '07
End:     Nov 16, '07
Semoga jadi..dan ga' tabrakan sama Semeru

Teguh Wedding

Start:     Nov 10, '07
Mojokerto

Semeru... lagi

Start:     Nov 16, '07
End:     Nov 18, '07

Okky Wedding

Start:     Nov 9, '07
Malang

Riyanni Djangkaru




Siapa yang tak kenal dengan Riyani Djangkaru. Sosok wanita tangguh Indonesia yang memulai karirnya bersama team Jejak Petualang TV 7. Sebuah program outdoor yang mencoba menampilkan keaneka ragaman budaya dan alam. JP juga menyuguhkan berbagai kegiatan adveture seperti rafting, diving, climbing dan berbagai kegiatan alam yang sangat menarik untuk di ikuti...

Riyanni Djangkaru
-Wikipedia-

(lahir di Bogor, Jawa Barat, 31 Januari 1980) dikenal sebagai presenter program Jejak Petualang yang disiarkan di TV7 (sekarang Trans7).


- Biografi
Anak pertama dari empat bersaudara ini mulai terkenal sejak menjadi presenter Jejak Petualang tayangan TV7 tahun 2002 - 2006. Riyanni semakin terkenal di pertengahan tahun 2005, karena virus dengan namanya menyebar dan menginfeksi banyak komputer.

Lulusan Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor ini sekarang masih bekerja di dunia pertelevisian meski tak lagi menjadi presenter "Jejak Petualang". Riyanni terlihat di Trans 7 dalam "Redaksi Pagi" sebagai presenter "Jalan Pagi" serta Sportawa.

Awalnya wanita berdarah Garut dan Palembang ini ingin menjadi news presenter. Meski lowongan untuk presenter olahraga telah lewat, Riyanni tetap mengirimkan lamaran. Setelah menyisihkan ratusan orang, wanita dengan tinggi 168 cm ini pun didapuk menjadi presenter Jejak Petualang.

Riyanni menikah dengan Deni Priawan pada bulan Februari 2006. Dari pernikahan ini, mereka telah mempunyai seorang anak, Brahman Ahmad Syailendra.


*Semua foto disini adalah Dokumentasi dari team Jejak Petualang TV.

Kamis, 25 Oktober 2007

Menjadi Wanita Paling Bahagia

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:DR.Aidh bin Abdullah Al-Qarni.
Nemu buku ini dirumah Mba Cindi, saat silaturahmi kemarin, baca sekilas terkesan dan meminjamnya, saya tertarik untuk membaca buku ini, dan mengimpikan semua akhwat akan membaca buku ini " karena bukan cuma WANITA saja yang akan bahagia.. tapi seluruh dunia ini..."
Menjadi Wanita Paling Bahagia karangan DR.Aidh bin Abdullah Al-Qarni. Buku ini berisi kisah-kisah dan pesan-pesan kepada wanita muslimah bagaimana para wanita sebaiknya bersikap dalam menghadapai setiap masalah yang timbul dalam kehidupannya sesuai Al-Quran dan Al-Hadist. Pesan-pesan itu dibagi dalam beberapa bab dimana setiap babnya diberi nama sesuai perhiasan yang disukai oleh wanita, misalnya permata, berlian, emas, nilam, cicin dll.
DR.Aidh bin Abdullah Al-Qarni. adalah pengarang buku La Tahzan (Don't be Sad). Di Timur Tengah sendiri, buku La Tahzan terjual lebih dari 1 juta eksemplar sejak cetakan pertamanya (th, 2001). Terasa tidak jauh dari La Tahzan buku Menjadi Wanita Paling Bahagia ini juga sebuah buku pencerahan, motivasi bagi pembacanya.

"Dengan kecantikanmu, engkau lebih elok daripada matahari; dengan akhlakmu, engkau lebih wangi daripada harum minyak misik; dengan rendah hatimu, engkau lebih tinggi daripada bulan; dan dengan kelembutanmu, engkau lebih halus daripada rintik hujan. Maka, jagalah kecantikan itu dengan keimanan, kerelaanmu dengan rasa puas diri, dan harga dirimu dengan jilbab."

--- Menjadi Wanita Paling Bahagia ---


Rabu, 17 Oktober 2007

Djakarta




Jakarta, ITCC Jatiluhur, Purwakarta, 17-20 September 2007
Salah satu perjalanan yang tak akan terlupakan..judulnya First Flight, untuk pertama kalinya naik pesawat terbang, diawali dengan perasaan grogi dan sedikit tegang.. (maklum wong ndeso..!!). akhirnya kesampaean juga ngerasain naik pesawat terbang... teringat sebuah kata saat pesawat take Off.. "ya Alloh aku diatas..aku terbang.." malu dan bikin geli kalo inget adegan ini :))
Sampe dijakarta langsung ke KPPTI, dilanjutkan ke Jatiluhur-Purwakarta selama 2 hari, untuk training. ketemu beberapa kenalan baru dari regional lain.
Sebelum balik ke Surabaya masih punya kesempatan nginep semalem di ibukota. malem itu aku manfaatin untuk ketemu sama mas Cholis di BDN lt 26, tinggi juga gedungya.
Ada juga mas Agung mantan temen sekantor dulu yang nemenin tidur dihotel Tamarin. paginya sebelum ke bandara nyempetin nyoba naik Bajai.. keren juga!
terus sampe Gambir naik bis ke Bandara.
Ada sedikit adegan yang aneh lagi setelah sampe di Surabaya. berhubung ga PeDe kalo naik Taxi sendiri.. akhirnya jiwa asli (ndeso!!) keluar lagi. dari Juanda naik Damri ke Bungur, nah lanjut lagi naik angkot sampe kos. Selain ngerasa biasa juga ngirit... kontras-nya dari Jakarta naik pesawat seharga 800an ribu, sampe Surabaya naik angkot cuma 2500.., :)) :))

"Feel free to be wong Ndeso !! kk :))"