Sabtu, 09 April 2011

Minggu, 06 Maret 2011

Rabu, 02 Maret 2011

Dalam Kubik...



Dalam kubik-kubik kita terpisahkan
mengawali mimpi dari selembar note
merangkai tarian jari dalam sebidang keyboard
menikmati sarapan hambar setumpuk penat

Dalam kubik-kubik kita tenggelam
tertawa dan bernyanyi tentang rutinitas
berdebat dan bertengkar atas rasa
dan akhirnya terkapar oleh pilihan

Dalam kubik-kubik kita terlena
memimpikan luasnya dunia dalam hamparan kaca
menyelami jiwa bersama sisi lain dunia
dan kita terlupa telah jauh menua

Ahh...
engaku masih disana di kubik-kubik sebelah
menatap sendu seolah jiwamu tak disana
tersenyum lelah dalam topeng Jakarta
ragamu tanpa jiwamu

dan...
Aku mengejar menangkap larian tatapmu
hingga akhirnya mata kita pun bertemu
sesaat, tapi begitu banyak makna yang telah kau ceritakan
sedetik dan terulang di detik berikutnya
"Selamat menikmati dunia kubik..."katamu

*tatapan mata yang tak kukenal tadi pagi, siapakah pemiliknya?


-hans-
02032011
www.trihans.com

Selasa, 22 Februari 2011

IDwebhost, solusi mudah dan murah untuk Hosting

Bermain di dunia maya akhirnya mengenalkan saya pada salah satu sisi dalamnya, yaitu dunia Hosting. Sebelumnya saya hanya pengguna Blog-blog gratisan yang banyak bertebaran di internet. Dan kebutuhan akhirnya menuntun saya untuk membuat beberapa website. Maka pencarian hosting pun dimulai. Saya mengenal IDwebhost dari salah satu komunitas yang saya ikuti, Jejak Petualang Community. Kebetulan saya ditunjuk menjadi admin untuk mengelola web JPers tersebut. Awal mulanya web JPers dibuat untuk memenuhi kebutuhan pendaftaran Jambore Petualang Indonesia 2009. Dan IDwebhost adalah salah satu sponsor yang memberikan dukungan berupa Free Hosting selama setahun. Pergelaran Jambore Petualang Indonesia itu pun tak lepas dari peran IDwebhost dan sukses dengan menghadirkan lebih dari 1000 petualang yang datang bukan hanya dari Indonesia.


Dan setelah setahun bekerja sama dengan IDwebhost kemudian web JPers di www.jejakpetualang.org berkembang menjadi web komunitas. Dimana diweb tersebut merangkum setiap kegiatan komunitas baik berupa event, catatan perjalanan, artikel, tips dan trik maupun galeri kegiatan. Selain web JPers saya juga mengelola web store milik rekan kerja saya di kantor, www.khalilahislami.com . Sebuah web toko online  menjual pakaian muslim yang saya buat dengan CMS Joomla. Itu merupakan web pertama yang saya buat sendiri dari awal. Dan selama proses pembuatan tersebut dengan mudah saya mendapatkan panduan dari team IDwebhost saat proses aktifasi web hingga akhirnya web tersebut bisa diakses di Internet.

Website sebagai pencitraan diri di dunia maya tentunya sangat mengambil peran untuk mewakili jati diri kita. Dan IDwebhost sebagai penyedia Hosting di Indonesia memberikan kemudahan untuk itu. Jangan salah kalo kita mengira web itu mahal, di IDwebhost dengan Rp 1000/bulan kita sudah bisa memiliki web pribadi dengan domain nama kita…wow!! IDwebhost memang Hosting Murah Indonesia tapi tentunya tidak murahan. Karena didukung dengan tenaga ahli yang selalu online 24 jam, jadi saat kita mengalami masalah dengan web kita bisa langsung mengontak team mereka baik melalui phone maupun lewat chating di Yahoo Messanger.

Untuk urusan lain yang tidak menyinggung web IDwebhost juga melayaninya dengan baik. Web Jejak Petualang Community saat menjadi portal utama Jambore 2009 kemarin mendaftarkan dengan hosting 2Giga, tapi setelah jambore selesai kami melakukan downgrade menjadi hosting 200Mega karena kebutuhan traffic akses datanya tidak seperti saat pendaftaran Jambore berlangsung. Dan IDwebhost dengan cepat melakukan proses downgrade seperti yang kami minta. Jadi kita bisa dengan mudah menyesuaikan kebutuhan hosting kita dengan mudah tanpa harus takut akan ribet, karena semua proses itu bisa dijalani dengan online by email.

Dan untuk blog ini saya  menggunakan domain www.trihans.com yang saya daftarkan di IDwebhost. Hanya mendaftarkan domain kemudian di cpanelnya saya forwardkan ke url blog saya di www.kohan2282.multiply.com sehingga selain lebih terkesan personal dengan domain nama kita, tapi kita tetap bisa meneruskan aktifitas kita tanpa kehilangan blog yang sudah lama kita kelola. Sangat sayang jika harus kehilangan tulisan maupun foto yang sudah kita kumpulkan bertahun tahun, maka dengan hanya membeli domain adalah solusi terbaik. Ini juga solusi bagi pengguna yang awam dengan dunia hosting atau dunia CMS, karena tanpa perlu mengenal script atau maintenance web kita tetap bisa eksis dengan tampilan web yang sudah disediakan oleh penyedia blog gratisan.

Tak salah memang jika IDwebhost adalah Trend Hosting Indonesia 2011. Kemudahan dan kemurahan yang disediakan oleh IDwebhost adalah solusi bagi kita semua.

IDwebhost : http://idwebhost.com


-hans-
www.trihans.com



 

Senin, 21 Februari 2011

[7] JPers on SEVEN, Mari bercengkerama dan bermain dengan aman di alam...

Udara dingin Ranca Upas ditambah teriknya sinar matahari yang hangat, tapi sangat jahat karena bisa mengakibatkan iritasi pada kulit. Seperti terbakar, pipi memerah layaknya buah-buah strowbery yang kami petik tadi pagi. Manis asam… hmmmmm… Dibawah terik ini kami bermain dan belajar, menikmati sejuknya pegunungan yang sudah ada sejak jaman purba ini. Daerah Bandung yang dulunya merupakan danau purba tentunya dipagari oleh bukit-bukit tinggi ini di sisi Selatannya. Dan siang ini kami belajar bersama mengenal satu persatu hewan liar yang dibawa oleh Tyo Survival.

Awal mula kami hanya mengajak Tyo untuk ikut ultah ini, tapi kemudian malah dia dan Crew Jejak Petualang Survival mendukung JPers On Seven ini dengan satu liputan Khusus untuk JPers, wahhhh benar-benar angka 7 memang keberuntungan bagi JPers. Dan disini di Ranca Upas, bukan Cuma Tyo sendiri yang menjadi Host, masih ada Indrayani Laksmi dan Vika. Wow!!!. Dan tanggal 11 Februari kemarin, acara Jejak Petualang yang meliput kegiatan ini pun tayang di TRANS|7. Wajah wajah ceria JPers pun satu persatu muncul di layar kaca. Hmm bangganya bisa muncul acara favorit JPers.

Tyo Survival memulai atraksinya dengan mengenalkan ular paling berbisa yang merupakan endemik tanah jawa ini. King Kobra atau yang bernama latin Ophiophagus hannah. Sangat mematikan karena bisa ular King Kobra merupakan bisa yang kompleks, selain menyerang susunan darah dengan bisa Hematoxin nya juga memiliki bisa Neurotoxin yang akan langsung menyerang sususan syaraf. Hmm tak heran jika Gajah dewasa akan mati dalam hitungan jam jika tergigit ular ini, bagaimana dengan kita!! Semoga tidak.. Dalam acara ini Tyo memberikan teknik singkat cara menghandle ular dan menanganinya. Phyton reticulatus atau lebih dikenal dengan ular Sanca Batik adalah binatang liar yang juga dikenalkan, selain itu juga ada Buaya Sungai dan ular viper… hm…. Serem serem temenya om Tyo ini. Beberapa JPers pun sepertinya gatal ingin mencoba belajar handling ular-ular ini. Ada Desy yang meskipun sempat loncat saat dilirik sang phyton, tapi akhirnya berhasil mebawa pulang Doorprize dari Eiger. Ada Vika, yang baru pertama handling ular langsung mencium king Kobra, dan masih banyak lagi yang mecoba menangani binatang berbahaya ini. Sangat tidak disarankan mencobanya tanpa dibekali pengetahuan yang cukup tentang binatang liar dan tentunya tanpa ahli yang menemani.

 

Setelah Tyo menyelesaikan aksinya kemeriahan JPers masih berlanjut. Agenda selanjutnya adalah belajar Tree Climbing yang akan dipandu oleh Tree Climber Organization atau lebih dikenal dengan TCO yang dibawah komando kang Igor. TCO bukan pertama ini bergabung dalam event JPers, Saat JPI dua tahun lalu pun TCO memamerkan atraksinya  dengan bergelantungan di Pohon. Diawali dengan Ice Breaking yang dipimpin oleh kang Igor, pengenalan singkat tentang peralatan panjat yang juga banyak ditemui saat beraktifitas Panjat Tebing. Kemudian dilanjutkan dengan praktek langsung memanjat pohon dengan tali kermantel yang sudah dipersiapkan…. Hmm… Sepertinya sangat melelahkan. Tapi teknik ini tentunya sangat aman dan mempermudahkan untuk aktifitas diatas pohon, seperti pengamatan burung, pengamatan hewan liar, atau penelitian tanaman hutan.

***

 

 

“Plook!!” sebutir telor mendarat di kepala Indrayani Laksmi, kemudian ke Vika, hm… aksi kejar-kejaran di mulai. Tyo atau yang lebih kami kenal dengan nama Herna, yang merupakan musuh bebuyutan dari duo kecil, Riri dan Deedee. Maka kehancuran pun dimulai, dari Riri yang diangkat  dan diceburin ke selokan dibelakang camp oleh Tyo, Seperti menyaksikan seorang hobbit yang diangkat raksasa. Belanjut ke kang Boim yang digotong rame-rame… dan beberapa korban lanya berlanjut, ada sang senior yang ulang tahun om Timmun, Juragan garut, Komandan jambul, Jiteng HardCore, Rangga Dive, Hero, Tante nha dan tentunya Si Juppy yang berkali-kali kecebur saat mencoba menceburkan korban lainya. Hm.. seruuuu, selalu berulang diakhir event Jpers tapi selalu kami rindukan. Karena dengan disinilah kami merasakan persaudaraan yang sebenarnya, dimana batas-batas diantara kami sepertinya telah menyatu berbaur bersama bumi Ranca Upas. Dan kami pun kembali berkumpul dalam lingkaran yang semakin mengecil, dengan sebuah kue coklat yang dilengkapi dengan lilin merah bebentuk angka 7. Kembali kami menyanyikan lagu ulang tahun, ditemani rintik rintik yang sepertinya enggan berpisah dengan kami. Disini diakhir permainan kami, kami menyanyikan lagu bahagia itu, mendendangkan persahabatan yang selalu kami rindukan... dan merangkai bait bait mesra antara kami dan alam.

Dan akhirnya mereka pun bahagia selamanya…

Terima kasih untuk:

- Jejak Petualang TRANS|7 & Trans7 Club

- Sponsor : SKATERS, Eiger, Coremap II, SUMMITERS Onlineshop, Luminox, DiveMAG,TCO, Polygon

- JPERS 4L

- Dan seluruh peserta yang telah meceriakan JPers On Seven

 

pic: om gimbal

www.trihans.com


Kamis, 17 Februari 2011

[6] JPers on SEVEN, Mari bercengkerama dan bermain dengan aman di alam...

 

“Tan ini siapa yang pake SB merah?” terdengar samar suara seorang didalam tenda yang kutiduri ini.

“hm… panjang, tapi nggak bullet. Berarti bukan Kohan” Tante Nha menjawab pertanyaan suara itu,

“Terus sapa tan…?” lagi dia bertanya…

Suara berisik itu membangunkanku yang tidur dalam SB merah ini. Berada dipojokan tenda besar milik Team BIOTA ini, dan  harus terbangun karena sebagian bajuku basah. Ternyata hujan masih berlanjut sampe pagi ini, dan tanpa kusadari telah menimbulkan genangan kecil dibawah tenda. Tepat sekali, aku yang tidur tanpa matras ini pun harus bangun dalam keadaan setengah basah. …Penasaran dengan pemilik suara itu. Hm.. cukup lama mereka berdua berdebat tentang sesosok manusia didalam SB merah. Dan saat aku membuka SB ini kutemui dua orang yang sedang berdebat tadi dan tentu saja jawaban mereka salah tentang manusia kepompong merah tersebut.

Ada mba Puji dan Tante Nha disana, sedangkan disampingku ada Sigit dari biota serta hero dan cempluk disudut lainya. Mba Puji baru datang ke Ranca Upas tadi malam, dia menyusul demi acara JPers On Seven bersama kakak Rangga, Juppy, Henie dan ikhwan. Tengah malam mereka merapat ke bumper ini. Kusapa mba Puji dan kemudian memilih untuk langsung mandi pagi, meskipun dingin…. Ternyata pilihan yang tepat untuk menikmati pemandian air hangat diseberang Pondok Menjangan ini. Maka...ya ada kata maka karena berakibat mandinya jadi lama, mau mentas dari air anget ko rasanya malas…huaaa!!!

Kemudian menikmati sarapan pagi diwarung bersama wajah wajah yang sudah seperti saudara ini. Heran hampir tiap minggu kami ketemu di pasfest, tapi serasa tak ada bosennya. Padahal yang kami temui ya wajah itu itu aja. Hingga munculah istilah 4L, alias “lu lagi lu lagi”. Di JPers On Seven ini pun kami memanggil kelompok yang sebagian besar adalah JPers yang sudah lama aktif dengan sebutan 4L.

***

 

Agenda kembali dilanjutkan, Bang Bo, alias bang boim kembali mengumpulkan kami ditengah lapangan, terik yang mulai menyelinap dari balik batang batang pohon jangkung di sebelah timur ini sepertinya tak dihiraukan JPers yang sedang asik bermesraan dengan alam ini. Kecerian terlihat saat 10 kelompok yang kemarin mengikuti Simulasi Pendakian, mereka kembali harus mengingat nyanyian dan gerakan yel-yel kelompok, karena selain satu team terbaik nantinya akan ada satu yel-yel yang terpilih untuk mendapatkan hadiah dari sponsor. Siapakah itu?? Hm… ketawa dan gembira tentunya melihat mereka antusias berlanggak lenggok di tengah  kami. Ada yang penuh semangat menyanyikan lagu Garuda didadaku, ada juga yang menyinggung urusan dalam negeri keluarga..hm.. apasih?. Dan ternyata pemenang Simulasi Pendakian itu adalah team pertama atau team Galunggung. Dari evaluasi singkat didapatkan team ini paling kompak, dan tentunya dibekali dengan kelengkapan yang memadai untuk sebuah pendakian, seperti P3K. Dan untuk pemenang yel yel terbaik ternyata dimenangkan oleh team Kompor Mbleduk dengan yel yel yang berbau humorpornoaksi… hahah istilah apaan ini!!

Selamat deh untuk mereka.. Ups!! Masih ada beberapa kriteria lagi, yaitu peserta tertua dan termuda, peserta terjauh serta peserta terlucu. Hm… dan saatnya yang ditunggu tiba. Kado istimewa lainya dari SKATERS. Dimana semua peserta yang mengikuti JPers On Seven ini mendapatkan kaos edisi khusus. Kalo aku menyebutnya ini adalah wardrobe paling JPers yang pernah kudesain. Dengan logo JPers yang disablon di lengan kanan, serta tulisan Jejak Petualang Community di punggung… hm.. suka banget dengan kaos ini J. Thanks SKATERS.

Selanjutnya…bagi bagi ilmu dan bagi bagi hadiaah….

 

pic masih dari om Gimbal

www.trihans.com

[5] JPers on SEVEN, Mari bercengkerama dan bermain dengan aman di alam...

 

Simulasi yang direncanakan memakan waktu sekitar 5 jam ternyata hanya 3 jam saja. Singkat, karena memang hanya memutari bukit kecil di sebelah utara hamparan rumput ini. Semoga ada banyak ilmu yang dapat diambil. Apalagi kali ini ada seorang senior dari milis yang melakukan summit keduanya di Ranca Upas. Dengan mengenakan Kaos putih berlogo brand tertentu yang artinya kaos gratis hasil ikut sebuah kegiatan dan celana pendek polo yang berwarna merah lusuh… ya tidak merah tidak juga pink. Dan satu yang menarik perhatian meskipun daypack yang dipakai bermerek dan keren tapi sandal yang digunakan adalah sandal karet rumahan.. hahaa… kita perkenalkan Senior kita: om Timoty.

Apa yang terjadi, dia mensimulasikan sebuah kesalahan karena memakai celana pendek, sebatang pohon berdaun mirip jelatang (banyak ditemui di gunung gunung jawa… ), daunya agak lebar dengan memiliki beberapa duri yang apabila tersentuh kulit akan terasa panas. Sangat mirip dengan daun Jelatang tapi jauuuuuh lebih menyakitkan jika menyentuh daun Jelatang…

"Aduh...aduh...aduh" om timoty mengerang memegangi kakinya...

Ya sebuah simulasi kenapa memakai celana pendek saat pendakian, dan itu tidak baik…

Hehehe… mohon maaf, dua paragraf diatas hanya beberapa kisah kecil yang kutemui di Simulasi Pendakian kemarin..

 

***

Ada TRANS7 CLUB di malam Kebersamaan JPers On Seven…

Hujan cukup deras mengakhiri sore di hari pertama, Dingin yang mulai terasa menusuk dan kabut dingin yang turun dari puncak Patuha menjadi selimut sore menjelang malam ini. Agenda semula yang akan diisi dengan permainan akhirnya ditiadakan. Akupun memilih merapat disalah satu tenda besar di ujung selatan area camp ini. Tenda itu adalah tenda dari team BIOTA, sebuah organisasi yang konsen ke pelestarian hutan. Sahabat sahabat baru yang mempersiapkan event ini sejak Jumat kemarin. Ada mas Mukhlis, Sigit, Titin dan beberapa temannya. Team BIOTA ini juga yang menemani bang Boim, Diana dan Uchit saat survery lokasi seminggu sebelum acara Jpers On Seven ini digelar.

Selain dari BIOTA ada juga teamnya kang Igor dari Tree Climber Organization (TCO), sebuah kelompok pemanjat pohon yang mencoba mengenalkan teknik memanjat pohon dengan aman. Dua team inilah yang akan semakin memeriahkan acara JPers On Seven di Ranca Upas. Tak terasa memang kebersaman Jpers baik dengan JPers sendiri maupun dengan organisasi lain telah saling mengisi dan berbagi selama 7 tahun ini. Aku baru ikut JPers akhir Januari 2008, belum lama baru tiga tahun terakhir. Dan begitu banyak ilmu yang kuterima disini baik secara teknis maupun non teknis yang lebih banyak tersalurkan lewat candaan khas gaya JPers.

Dan malam itu, meskipun gerimis kecil sisa-sisa dari hujan yang turun sejak sore. Hm… ternyata tidak menyurutkan JPers dan Crew Jejak Petualang untuk saling membaur bersama. Menikmati Bajigur yang terasa seperti … “Ini teh tarik enak banget” aku mendengar Indrayani mengungkapkan sebuah komentar tentang bajigur yang ia minum. Memang di udara dingin seperti saat ini sangat nikmat jika kita meminum bajigur hangat, ditambah dengan gorengan yang juga disediakan tukang bajigur. Makin seru lagi saat semua berbaur dan menyerbu sang tukang bajigur… hahaha… sungguh hangat mencairkan kebekuan Ranca Upas.

Tak disangka, ternyata acara JPers On Seven ini juga dihadiri oleh 2 perwakilan dari Manajemen TRANS|7, Mba Mey dan mas Tovic Tidak Tobat… yang datang langsung dari jakarta. Sebuah perhatian yang sangat isitimewa, Mereka berdua adalah dari Public Relation TRANS|7 yang memperkenalkan TRANS7 CLUB, Sebuah wadah komunitas penggemar program TRANS|7. Hayoo.. siapa yang belum join!! Dalam kesempatan itu Mba Mey dan mas Tovic mempresentasikan singkat apa sih TRANS7 CLUB itu dengan membagian beberapa souvenir dari TRANS|7.

Masih berlanjutkah malam itu?... gerismis tipis yang terus turun, Sebagian JPers memilih kembali kedalam peraduanya di dalam Sleeping Bag hangat mereka, dan tersisa versi 4L yang kemudian mempersembahkan nyanyian “JPers On Ngamen”. Mendendangkan lagu cinta dan persabahabatan, mengaransemen beberapa lagu popular untuk dipersembahkan kepada JPers lainya, hingga terciptalah lagu “Jangan yang murah” “pupus” dan beberapa lagu lain. Oh.. hangatnya persahabatan ini. Kali ini aku hanya setengah  jalan bernyanyi bersama mereka. Kemudian memilih bergabung dengan JPers lainya, menikmati hangatnya Sleeping Bag merahku….

“..Dan akhirnya mereka hidup bahagia selamanya…”

oh... ternyata masih bersambung..

 

pic dari BBI alias titi

www.trihans.com